Sebuah kapal tanker melintas di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
Oman Pastikan Tak Akan Kenakan Tarif Kapal di Selat Hormuz usai Diancam Trump
Muhammad Reyhansyah • 29 May 2026 13:17
Washington: Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan Duta Besar Oman untuk AS telah memastikan bahwa Muscat tidak memiliki rencana untuk terlibat dalam upaya penerapan tarif terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Mengutip Anadolu, Jumat, 29 Mei 2026, pernyataan itu disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Oman.
“Oman akan bertindak seperti semua pihak lainnya, atau kami harus menghancurkan mereka. Mereka memahami itu,” kata Trump pada Rabu.
Menurut Bessent, pernyataan Trump dimaksudkan untuk menegaskan pentingnya kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
“Saya berbicara dengan duta besar Oman pagi ini, dan dia meyakinkan saya bahwa tidak ada rencana untuk menerapkan tarif di selat tersebut. Seperti yang dia katakan, negara kami telah menjalin hubungan baik selama 200 tahun,” kata Bessent kepada wartawan di Gedung Putih.
“Ia ingin hubungan itu bertahan 200 tahun lagi. Saya mengatakan bahwa hal tersebut tidak dapat diterima, dan dia tentu tidak ingin individu maupun lembaga keuangan Oman berisiko terkena sanksi,” lanjutnya.
Oman sebelumnya berperan sebagai mediator utama dalam hubungan antara AS dan Iran.
Dalam beberapa waktu terakhir, muncul laporan yang menyebut Muscat bekerja sama dengan Iran untuk membangun sistem pungutan bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, yang disebut sebagai salah satu tuntutan Tehran dalam negosiasi untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari.
Oman memiliki wilayah eksklave yang berada di ujung selatan Selat Hormuz, tepat berhadapan dengan Iran di jalur perairan strategis yang menjadi salah satu rute perdagangan energi terpenting di dunia.
Baca juga: Trump Ancam Hancurkan Oman jika Berani Kuasai Pelayaran di Selat Hormuz