Warga NTT Diminta Waspada Angin Kencang Selama Musim Kemarau

Ilustrasi. Medcom.id

Warga NTT Diminta Waspada Angin Kencang Selama Musim Kemarau

Silvana Febiari • 1 June 2026 07:31

Kupang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) mewaspadai potensi angin kencang selama musim kemarau, terutama di wilayah Kabupaten Sabu Raijua. Pasalnya, angin kencang yang bersifat kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Waspadai angin kencang yang sifatnya kering yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT," kata Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang Riris Eliza Helen, dilansir dari Antara, Senin, 1 Juni 2026. 

Saat ini, sebagian besar wilayah NTT telah memasuki musim kemarau. Pertumbuhan awan mulai menurun dan angin monsun timur mulai aktif.
 


BMKG juga mencatat tidak terdapat wilayah di NTT yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem. Selain itu, terdapat potensi peningkatan kecepatan angin di wilayah NTT.

“Secara umum, kondisi cuaca di NTT diperkirakan cerah berawan hingga berawan dengan potensi hujan ringan di sejumlah wilayah,” ungkapnya.

BMKG menetapkan Kabupaten Sabu Raijua sebagai wilayah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang. Adapun suhu udara di wilayah NTT diperkirakan berkisar antara 13-33 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 45-90 persen.


Laporan BMKG terkait cuaca di NTT. ANTARA/HO-BMKG


Riris juga menyampaikan peringatan dini cuaca tersebut menunjukkan nilai akumulasi harian tertinggi dalam satu kabupaten/kota. Untuk memperoleh informasi cuaca yang lebih rinci hingga tingkat kelurahan dan desa, masyarakat dapat mengakses laman cuaca.bmkg.go.id.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan informasi BMKG yang tersedia selama 24 jam melalui telepon (0380) 881613, WhatsApp 0811-3940-4264, media sosial @infobmkg dan @infobmkgeltari, serta aplikasi Info BMKG.

(Silvana Febiari)