Ketua MPR Ahmad Muzani melakukan pertemuan bilateral dengan Grand Mufti Uzbekistan, Syekh Nuriddin Khaliqnazarov. Foto: Dok. Istimewa.
Ketua MPR Bicara Islam Toleran saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan
Fachri Audhia Hafiez • 30 June 2026 17:13
Tashkent: Ketua MPR Ahmad Muzani bersama delegasi MPR dan sejumlah ulama Indonesia melakukan pertemuan bilateral dengan Grand Mufti Uzbekistan, Syekh Nuriddin Khaliqnazarov, di Kompleks Museum Islamic Center Uzbekistan, Tashkent. Pertemuan strategis ini mempertegas kedekatan historis dan emosional yang telah terikat kuat antara kedua negara muslim tersebut sejak ratusan tahun silam.
"Pada abad ke 15 datang ke Indonesia seorang ulama terkemuka, Syekh Maulana Malik Ibrahim dari Samarkand, Uzbekistan untuk menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Jadi hubungan hati ke hati kita itu sudah terpaut sejak abad ke 15. Itu sebabnya Indonesia dan Uzbekistan terasa begitu dekat di hati, meski jauh di mata kita seperti bersaudara," ujar Muzani di Tashkent, Uzbekistan, Selasa, 30 Juni 2026.
Muzani menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat yang diberikan oleh pemerintah, parlemen, hingga Grand Mufti Uzbekistan kepada delegasi Indonesia. Ia menambahkan bahwa rombongan yang dibawanya kali ini sengaja melibatkan para pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam serta pimpinan pondok pesantren terkemuka di tanah air.
Selain jejak Sunan Gresik, Muzani juga mengulas kembali momentum bersejarah saat Presiden pertama RI, Soekarno, merajut kembali diplomasi kedua negara melalui ziarah legendarisnya ke makam perawi hadis terkemuka, Imam Bukhari.
"Kemudian persahabatan Indonesia-Uzbekistan dirajut kembali oleh Presiden Soekarno ketika berziarah ke makam Imam Bukhari. Momentum sejarah ini telah dicatat dan selalu diingat di hati oleh masyarakat Uzbekistan dan ini juga menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Karena kunjungan ziarah Bung Karno, makam Imam Bukhari dibuka kembali untuk para peziarah dunia," papar Muzani.

Ketua MPR Ahmad Muzani. Foto: Dok. Istimewa.
Di hadapan pemuka agama tertinggi Uzbekistan tersebut, Muzani turut membagikan potret keharmonisan Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang tetap kokoh dalam keberagaman etnis, suku, dan agama. Nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa.
"Yang menyatukan kita adalah Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara yang juga menjadi pemersatu dari banyaknya perbedaan agama, suku, bahasa, dan etnis. Selain itu, kami di Indonesia juga diajarkan tentang agama Islam rahmatan lil alamin. Yang mengajarkan kita pentingnya beragama dengan menghormati perbedaan agama yang sangat beragam di Indonesia," kata Muzani.
Muzani merespons positif tawaran kerja sama paket umrah plus wisata religi ke Uzbekistan yang diajukan oleh pemerintah setempat. Guna merealisasikannya, MPR mendorong reaktivasi jalur penerbangan langsung rute Jakarta-Tashkent demi memfasilitasi minat jemaah Indonesia.
"Tawaran umrah plus Uzbekistan adalah tawaran bisnis wisata religi yang menarik buat kami. Tapi masalahnya tidak ada penerbangan dari Tashkent ke Jakarta dan sebaliknya. Kami telah bicara dengan para pejabat dan pebisnis travel di Indonesia agar rute penerbangan ini bisa dihidupkan kembali," ucap Muzani.