Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Foto- Dok. Metrotvnews.com
Rerie Moerdijat Dorong Langkah Nyata Jawab Tantangan Kekurangan Guru
Achmad Zulfikar Fazli • 30 June 2026 16:14
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menilai persoalan ketersediaan guru berkualitas dan merata bukan semata masalah administratif. Dia mendorong ada langkah nyata dari pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan tersebut.
“Lebih dari itu, kekurangan guru di sejumlah daerah bisa berdampak pada ketidakpastian masa depan bangsa. Sejumlah langkah nyata harus segera dilakukan untuk menjawab tantangan itu," kata Lestari dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 Juni 2026.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq sebelumnya mengungkapkan Indonesia masih kekurangan lebih dari 561 ribu guru. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga sekitar 900 ribu guru pada 2030, seiring banyaknya guru dan kepala sekolah yang memasuki masa pensiun.
Pemenuhan kebutuhan guru di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi. Menurut Lestari, perencanaan kebutuhan guru yang terintegrasi dan berjangka panjang harus segera direalisasikan.
Baca Juga:
Dasco Terima Audiensi Guru Honorer, Bahas Pengangkatan Jadi ASN |
.jpg)
Ilustrasi guru. Dok. Metrotvnews.com
Peta Jalan Kebutuhan Guru
Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat pemerintah harus mampu menyusun peta jalan kebutuhan guru berskala nasional yang serius. Peta jalan tersebut dapat mencakup distribusi tenaga pendidik, sistem rekrutmen yang adil, perlindungan profesi, hingga kesejahteraan yang layak.
Menurut dia, desain besar yang disiapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah harus mencakup seluruh tahapan dari pendidikan calon guru hingga pengembangan kompetensi berkelanjutan. Selain itu, redistribusi guru secara nasional harus segera dilakukan untuk mewujudkan pemerataan bagi daerah yang kekurangan guru.
Menurut Rerie, dukungan semua pihak terkait untuk mewujudkan pemerataan ketersediaan guru di Tanah Air sangat penting demi mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik.
"Bangsa yang besar tidak mungkin dibangun dengan mengabaikan para guru. Di tangan para guru diharapkan mampu lahir generasi penerus yang berdaya saing dan menentukan arah masa depan Indonesia," ujar Rerie.