Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). (Dokumentasi/ BPBD Kab. Malang)
Pemadaman Kebakaran di Gunung Bromo Terkendala Medan Curam
Daviq Umar Al Faruq • 6 August 2026 13:11
Malang: Kondisi medan yang curam menjadi kendala utama pemadaman kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Titik api berada di lereng pegunungan yang sulit dijangkau sehingga petugas harus bekerja secara bertahap untuk mencegah api terus meluas.
"Kondisi medan yang sulit dijangkau menjadi tantangan terbesar dalam operasi pemadaman sehingga seluruh personel terus memaksimalkan penanganan di lapangan," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, di Malang, Kamis, 6 Agustus 2026.
Sebanyak 257 personel gabungan diterjunkan dalam operasi penanganan kebakaran hutan tersebut. Mereka berasal dari BNPB, TNBTS, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Lumajang, TNI, Polri, Kecamatan Poncokusumo, Pemerintah Desa Ngadas, Masyarakat Peduli Api (MPA), Paguyuban Jeep Wisata Gunung Bromo, serta unsur relawan.
Tim gabungan mengerahkan satu unit truk pemadam milik TNBTS, satu unit mobil tangki portabel TNBTS, serta satu unit truk tangki dari BPBD Provinsi Jawa Timur untuk mendukung proses pemadaman.
BPBD Kabupaten Malang mencatat titik api pertama kali terpantau pada 3 Agustus 2026 di kawasan Bukit Jantur atau Bantengan, wilayah administratif Kabupaten Probolinggo. Hingga Rabu, 5 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, kobaran api terus meluas dan telah merembet melewati tugu perbatasan Kabupaten Malang-Lumajang menuju wilayah Kabupaten Malang.

Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). (Dokumentasi/ BPBD Kab. Malang)
Rembetan api kini semakin mendekati wilayah Kabupaten Malang. Jarak kobaran api diperkirakan telah mencapai sekitar 1,5 kilometer dari tugu perbatasan berdasarkan pengukuran melalui jalur darat.
"Rembetan api sudah melalui tugu perbatasan Kabupaten Malang-Lumajang dan mengarah ke wilayah Kabupaten Malang dengan jarak sekitar 1,5 kilometer dari tugu perbatasan," kata Sadono.
Sementara itu, Balai Besar TNBTS masih menutup sementara akses wisata Gunung Bromo melalui Pos Jemplang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Penutupan dilakukan untuk mendukung operasi pemadaman sekaligus mengantisipasi risiko terhadap wisatawan selama kebakaran belum berhasil dikendalikan.