Karhutla di kawasan Gunung Bromo. (Foto: BPBD Provinsi Jawa Timur)
Angin Kencang Buat Kebakaran di Gunung Bromo Cepat Merambat
Lukman Diah Sari • 6 August 2026 12:40
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, mencapai 60 hektare. Angin kencang disebut menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
"Kondisi angin kencang di sekitar lokasi berpotensi mempercepat perambatan api," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Selain itu, kata Abdul, kondisi medan menjadi salah satu kendala dalam upaya pemadaman. Sejumlah titik api berada di lereng Kaldera Bromo dengan kontur terjal dan sulit dijangkau oleh personel pemadaman darat.
"Sementara itu, di sekitar tugu perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang juga masih terpantau adanya sisa titik api. Tim gabungan masih bersiaga untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi tersebut," jelas Abdul.
Dia memerinci, 60 hektare lahan yang terbakar berada di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang. Di Kabupaten Probolinggo, kebakaran melanda sekitar 10 hektare lahan di kawasan Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura.
Sementara itu, sekitar 50 hektare lahan terbakar di kawasan Jantur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang. Hingga kini, tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.
.jpeg)
Karhutla di kawasan Gunung Bromo. (Foto: BPBD Provinsi Jawa Timur)
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Polisi Kehutanan (Polhut), serta unsur relawan telah turun ke lokasi untuk melakukan berbagai upaya pemadaman dan penanganan kebakaran mulai dari pengerahan satu unit mobil pemadam kebakaran, peralatan pemukul api atau gepyok dan alat semprot.
Selain itu, BPBD Provinsi Jawa Timur juga telah mengerahkan satu unit mobil tangki air untuk mendukung operasi pemadaman darat. Guna memonitor sebaran lokasi titik api, BPBD juga mengerahkan drone, sehingga melalui pantauan udara tersebut, titik api dapat diketahui dan memudahkan petugas pemadaman darat mencapai lokasi.