Buku Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul di IdeaFest 2026, Jakarta. Foto: Dok. Istimewa.
Visi Ketahanan Gizi 2045 Dituangkan dalam Buku Pangan Indonesia
Fachri Audhia Hafiez • 5 September 2026 14:06
Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menekankan pentingnya membangun kedaulatan pangan nasional yang berfokus pada kualitas gizi masyarakat. Hal ini demi mencetak generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Bayangkan Indonesia 2045, sebuah bangsa dengan 300 juta manusia yang tidak hanya cukup pangan, tetapi unggul secara gizi. Generasi yang tumbuh sehat, produktif, dan berdaya saing. Bangsa yang tidak hanya memberi makan dirinya sendiri, tetapi berkontribusi pada ketahanan pangan kawasan dan dunia,” ujar Zulhas saat meluncurkan buku Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul di IdeaFest 2026, Jakarta, dikutip Sabtu, 5 September 2026.
Baca Juga :
Gagasan tersebut menjadi fondasi utama dalam buku yang ia tulis bersama Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Buku ini memetakan sembilan komoditas pangan strategis, yakni beras, jagung, kedelai, daging ruminansia, daging ayam, ikan, telur, susu, dan gula.
Dalam paparannya, Zulhas menyampaikan bahwa pencapaian swasembada beras, seperti produksi nasional 2025 yang mencapai 34 juta ton melebihi konsumsi 31 juta ton, merupakan pijakan awal. Tantangan berikutnya adalah pemenuhan sumber protein terjangkau seperti daging, ikan, telur, dan susu.

Buku Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul di IdeaFest 2026, Jakarta. Foto: Dok. Istimewa.
Sejalan dengan Menko Pangan, Dirgayuza Setiawan menegaskan bahwa aspek ketersediaan gizi saling berkaitan erat dengan kesehatan, produktivitas, serta daya saing bangsa.
“Tidak ada negara yang kuat tanpa pangan yang cukup. Tidak ada masyarakat yang produktif tanpa gizi yang baik. Tidak ada sumber daya manusia unggul tanpa piring makan yang sehat,” tegas Dirgayuza.
Buku setebal empat bab ini juga mengulas sejarah dan keragaman pangan Nusantara, seperti pemanfaatan sagu, talas, sukun, hingga umbi-umbian. Melalui peluncuran di ajang IdeaFest ke-15 yang mengusung tema ReHumanize, isu kedaulatan pangan diharapkan dapat menjangkau ruang percakapan publik yang lebih luas demi mewujudkan generasi Indonesia yang berdaya saing global.