Kemenbud Luncurkan 5 Jilid Buku Sejarah Indonesia, Ini Link dan Cara Download

Kementerian Kebudyaan (Kemenbud) meluncurkan Buku Sejarah Indonesia. Foto: Istimewa.

Kemenbud Luncurkan 5 Jilid Buku Sejarah Indonesia, Ini Link dan Cara Download

Putri Purnama Sari • 1 September 2026 16:43

Jakarta: Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi meluncurkan lima jilid pertama buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Buku tersebut menghadirkan pembaruan historiografi Indonesia dengan cakupan sejarah yang lebih luas dan menggunakan perspektif Indonesia-sentris.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan buku tersebut disusun untuk menghadirkan cara pandang baru dalam melihat perjalanan sejarah Indonesia. Sejarah tidak hanya ditempatkan sebagai kumpulan tanggal dan nama tokoh, tetapi juga sebagai bahan untuk memahami persoalan masa kini dan arah masa depan bangsa.

“Kehadiran buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global mengusung misi besar untuk mengubah paradigma lama. Sejarah bukan lagi sekadar hafalan tanggal, nama, tokoh, namun instrumen untuk mengasah nalar kritis, memahami akar persoalan kontemporer, dan memetakan arah masa depan bangsa melalui ruang dialog yang sangat terbuka,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya, Selasa, 1 September 2026.

Buku tersebut terdiri atas sepuluh jilid utama yang disusun secara kronologis dan tematik serta satu jilid faktaneka. Untuk tahap awal, lima jilid pertama sudah tersedia dalam format digital sehingga masyarakat dapat mengaksesnya secara daring melalui pustakabudaya.id.

Isi Buku Sejarah Indonesia per Jilid

Menteri Kebudyaan (Menbud) Fadli Zon. Foto: Istimewa. 
 

Fadli Zon menjelaskan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global menggunakan perspektif Indonesia sebagai negara yang telah merdeka. Penyusunannya juga memasukkan berbagai hasil penelitian terbaru dari disertasi, tesis, artikel jurnal, serta kajian mutakhir lainnya.

“Selain itu, kebaruan buku ini mengintegrasikan temuan dari disertasi, tesis, artikel jurnal, penelitian mutakhir, sehingga memperluas cakupan geografis, tematik, kronologis, serta menghadirkan tokoh, wilayah, dan peristiwa yang terpinggirkan,” lanjutnya.

Buku ini menggunakan pendekatan multidisipliner dengan melibatkan kajian sejarah lingkungan, gender, memori kolektif, studi poskolonial, hingga konstruksi identitas. Penyusunannya melibatkan 123 pakar yang terdiri atas penulis, editor jilid, dan editor umum dari 34 perguruan tinggi serta 11 lembaga non-perguruan tinggi.

Tim Editor Umum terdiri atas Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum. dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum. dari Universitas Diponegoro, dan Prof. Dr. Jajat Burhanudin, M.A. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Lima jilid pertama membawa pembaca mengikuti perjalanan Nusantara dari akar peradaban hingga munculnya kesadaran kebangsaan. Berikut gambaran isi masing-masing jilid:

  • Jilid I – Akar Peradaban Nusantara: membahas perkembangan peradaban kepulauan Indonesia sebelum masuknya pengaruh India, Tiongkok, dan Eropa dengan menggunakan data arkeologi, genetika, serta paleoantropologi.

  • Jilid II – Nusantara dalam Jaringan Global: Perjumpaan Budaya dengan India, Tiongkok dan Persia: mengulas posisi Nusantara sebagai kawasan maritim sekaligus ruang pertemuan berbagai budaya sejak awal milenium pertama.

  • Jilid III – Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah: membahas proses Islamisasi di Nusantara sejak abad ke-7 hingga ke-17 Masehi serta kaitannya dengan jaringan perdagangan dan pelayaran global.

  • Jilid IV – Interaksi Awal dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi: menguraikan hubungan antara kekuatan lokal di Nusantara dengan bangsa-bangsa Barat pada abad ke-16 hingga ke-18.

  • Jilid V – Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial 1800-1900: menelusuri perubahan sosial dan politik pada abad ke-18 hingga awal abad ke-20, termasuk berkembangnya kesadaran kebangsaan yang menjadi dasar Pergerakan Nasional.

Kelima jilid tersebut memiliki total sekitar 5.700 halaman. Kehadiran versi digital diharapkan dapat memudahkan pelajar, mahasiswa, guru, dosen, peneliti, dan masyarakat umum untuk mendapatkan bahan bacaan sejarah dari berbagai wilayah Indonesia.

Link Download Buku Sejarah Indonesia Kemenbud RI


Buku Sejarah Indonesia, dok: ANTARA. Sinta Ambar.

Masyarakat dapat mengakses buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global melalui pustakabudaya.id. Lima jilid yang telah diluncurkan dapat dicari melalui katalog digital yang tersedia di laman tersebut.

Berikut daftar lima jilid pertama yang dapat diakses:

Cara Download Buku Sejarah Indonesia Kemenbud RI

Untuk membaca atau mengunduh buku tersebut, pengguna perlu membuat akun terlebih dahulu di pustakabudaya.id. Setelah akun aktif, buku dapat dipinjam secara digital sebelum tersedia untuk diunduh. Berikut langkah yang perlu dilakukan:

  • Buka laman pustakabudaya.id.
  • Klik tombol masuk di bagian kanan atas.
  • Pilih daftar sekarang untuk membuat akun.
  • Isi nama, alamat email, kata sandi, dan konfirmasi kata sandi, kemudian klik daftar akun.
  • Buka email dan lakukan verifikasi akun.
  • Setelah terverifikasi, masuk menggunakan email dan kata sandi.
  • Pilih salah satu buku dari daftar di atas atau cari buku Sejarah Indonesia melalui menu Katalog.
  • Gulir halaman ke bawah dan tekan + Pinjam Buku 30 Hari.
  • Pilih Ya, Pinjam Sekarang pada jendela konfirmasi.
  • Tunggu hingga buku terbuka sepenuhnya untuk mulai membaca.
  • Jika ingin menyimpan buku, klik Unduh di bagian kanan atas halaman.
  • Tunggu proses penyiapan dokumen yang dapat membutuhkan beberapa menit.
  • Setelah selesai, file buku dapat ditemukan di folder Download pada perangkat.

Kehadiran buku ini menjadi bagian dari upaya Kemenbud memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan sejarah Indonesia. Fadli Zon juga berharap karya tersebut dapat mendorong sejarawan dan peneliti menghasilkan tulisan baru, baik untuk mendukung, mengembangkan, maupun mengkritisi narasi sejarah yang sudah ada.

(Angel Rinella)

(Putri Purnama Sari)