KM Sabuk Nusantara 106 Rampung Diperiksa, Pelni Pastikan Layanan Laut di Banda Neira Kembali Normal

KM. Sabuk Nusantara 106 menabrak rumah warga dan merusak satu unit perahu panjang serta mesin ketinting di Pelabuhan Banda Neira pada Selasa, (28/4) menimbulkan kerugian Rp60 juta. Polisi menyebutkan kejadian ini akibat terjadi gangguan mesin bagian kanan

KM Sabuk Nusantara 106 Rampung Diperiksa, Pelni Pastikan Layanan Laut di Banda Neira Kembali Normal

Whisnu Mardiansyah • 30 April 2026 08:52

Ambon: PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ambon memastikan layanan transportasi laut untuk masyarakat tetap berjalan normal. Kepastian ini disampaikan menyusul pemeriksaan pascainsiden terhadap KM Sabuk Nusantara (Sanus) 106 di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah.

Kepala PT Pelni Cabang Ambon, Ridwan Mandaliku, menjelaskan kapal tersebut sudah menjalani pemeriksaan bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Proses tersebut meliputi uji coba berlayar atau sea trial.

"Berdasarkan hasil koordinasi dengan KSOP, kapal telah dilakukan pemeriksaan mesin serta uji coba berlayar dan dinyatakan siap beroperasi kembali," ujar Ridwan di Ambon seperti dilansir Antara, Rabu, 29 April 2026.

Ridwan menegaskan keberlanjutan operasional kapal sangat penting untuk menjaga konektivitas antarwilayah kepulauan. Hal ini khususnya untuk mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok di daerah.

KM Sabuk Nusantara 106 merupakan kapal penugasan pemerintah. Kapas mengangkut berbagai kebutuhan penting masyarakat seperti bahan pangan dan material pembangunan dengan rute Ambon, Banda, Geser, dan Amahai.

"Seluruh rute tetap berjalan normal sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu," kata Ridwan.
 


Pelni bersama KSOP terus melakukan evaluasi dan investigasi terkait penyebab insiden. Langkah ini sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan pelayaran.

Ridwan menambahkan sudah berkomunikasi dengan warga terdampak. Pelni berkomitmen mengganti seluruh kerugian yang ditimbulkan.

"Kami memastikan seluruh kerugian warga akan diganti dan pelayanan tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan," ujar Ridwan.


Kapal Sabuk Nusantara 106 menabrak rumah warga di Banda Neira Maluku (ANTARA/Dedy Azis)

Ia menegaskan Pelni berkomitmen menjaga standar operasional dan keselamatan pelayaran. Komitmen ini untuk mendukung layanan transportasi laut yang andal bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.

Insiden tersebut terjadi saat KM Sabuk Nusantara 106 menabrak rumah warga di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa, 28 April 2026, sekitar pukul 09.45 WIT. Kejadian bermula ketika kapal hendak bersandar di pelabuhan usai berlayar dari Amahai, Pulau Seram.

Berdasarkan keterangan kepolisian, dugaan sementara insiden dipicu gangguan pada mesin kapal, khususnya sistem pengendali throttle mesin kanan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)