Gangguan Mesin Diduga Penyebab KM Sabuk Nusantara Tabrak Rumah Warga di Banda Neira

KM. Sabuk Nusantara 106 menabrak rumah warga dan merusak satu unit perahu panjang serta mesin ketinting di Pelabuhan Banda Neira pada Selasa, (28/4) menimbulkan kerugian Rp60 juta. Polisi menyebutkan kejadian ini akibat terjadi gangguan mesin bagian kanan

Gangguan Mesin Diduga Penyebab KM Sabuk Nusantara Tabrak Rumah Warga di Banda Neira

Whisnu Mardiansyah • 29 April 2026 09:26

Banda Neira: Kepolisian menyatakan insiden KM Sabuk Nusantara 106 yang menabrak kawasan permukiman warga di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, diduga dipicu oleh gangguan pada sistem mesin kapal.

Kapolsek Banda, Iptu A Rahayamtel, mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi ketika kapal hendak bersandar di Pelabuhan Banda Neira sekitar pukul 09.45 WIT.

"Motifnya akibat kelalaian dari pihak kapal, namun tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kerugian material mencapai Rp60 juta," kata Iptu A Rahayamtel saat dihubungi dari Ambon, seperti dilansir Antara, Selasa, 28 April 2026, 

Ia menjelaskan insiden bermula saat kapal yang baru tiba dari Pelabuhan Amahai bersiap untuk merapat ke dermaga. Pada jarak sekitar 500 meter dari dermaga, nakhoda memerintahkan mesin untuk dinetralkan.

Akan tetapi, kapal masih tetap bergerak sehingga awak kapal melakukan manuver untuk bersandar. Dalam proses tersebut, kapal masih terus melaju karena mesin kanan mengalami gangguan pada pengendali throttle.
 


"Pada saat kejadian, olah gerak kapal menggunakan dua mesin yang terdiri atas mesin kiri dan mesin kanan. Namun mesin kanan mengalami error pada handle throttle, di mana kapal tetap bergerak maju meskipun handle throttle sudah dioper ke posisi mundur," ujarnya.

Upaya untuk memperlambat laju kapal dengan menjatuhkan jangkar pun tidak membuahkan hasil. Akibatnya, kapal tetap melaju hingga akhirnya menabrak permukiman warga di sekitar pelabuhan.


Kapal Sabuk Nusantara 106 menabrak rumah warga di Banda Neira Maluku (ANTARA/Dedy Azis)

Akibat kejadian tersebut, kata Rahayamtel, satu unit rumah warga mengalami kerusakan dengan nilai kerugian sekitar Rp10 juta.

Selain itu, ia menyebutkan bahwa satu unit perahu panjang (long boat) serta mesin ketinting milik warga juga turut rusak dengan total nilai kerugian sekitar Rp50 juta. Tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)