Sinyal Bullish Menguat, Harga Emas Menuju USD5.000

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Sinyal Bullish Menguat, Harga Emas Menuju USD5.000

Eko Nordiansyah • 14 April 2026 11:23

Jakarta: Harga emas dunia pada perdagangan Selasa, 14 April 2026 diperkirakan masih akan melanjutkan tren penguatan, seiring kombinasi sinyal teknikal yang semakin solid dan dukungan kuat dari faktor fundamental global.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan, pergerakan XAU/USD pada time frame harian (daily) menunjukkan tren bullish masih terjaga dengan baik dan berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.

"Secara teknikal, harga emas sebelumnya sempat mengalami fase koreksi atau secondary trend pada awal pekan, khususnya saat pembukaan pasar Senin," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 14 April 2026.

Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama. Harga kembali menguat dan berhasil menutup celah harga (gap) yang terbentuk sebelumnya. Kondisi ini menjadi salah satu sinyal penting kekuatan tren naik masih dominan di pasar.

Keberhasilan menutup gap tersebut juga mencerminkan minat beli masih cukup kuat untuk menopang pergerakan harga. Dalam banyak kasus, kondisi seperti ini sering menjadi awal dari kelanjutan tren utama, dengan harga berpotensi membentuk primary trend baru yang lebih kuat.



(Ilustrasi. Foto: Unplash)

Peluang kenaikan terbuka lebar

Geraldo menjelaskan, saat ini harga emas berada dalam fase yang memungkinkan untuk melanjutkan kenaikan menuju area resistance berikutnya. Target terdekat yang menjadi perhatian pelaku pasar berada di kisaran level 4.857.

"Level ini dinilai sebagai titik penting yang dapat menjadi penentu arah pergerakan harga selanjutnya. Apabila harga mampu menembus level tersebut secara meyakinkan atau breakout, maka peluang kenaikan akan semakin terbuka lebar," ujar dia.

Dalam skenario tersebut, emas berpotensi melanjutkan penguatan hingga mencapai level psikologis berikutnya di angka 5.000. Level ini tidak hanya menjadi resistance teknikal, tetapi juga memiliki arti penting secara psikologis bagi pelaku pasar.

Permintaan safe haven meningkat

Dari sisi fundamental, prospek penguatan harga emas turut didukung oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian global yang masih berlangsung, baik dari sisi geopolitik maupun ekonomi, mendorong investor untuk mencari instrumen yang lebih aman.

"Dalam kondisi seperti ini, emas menjadi salah satu pilihan utama untuk menjaga nilai aset," ungkap Geraldo.

Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan emas. Pasar mulai melihat adanya kemungkinan Federal Reserve akan mengadopsi kebijakan yang lebih longgar atau dovish, termasuk peluang penurunan suku bunga atau setidaknya menghentikan siklus pengetatan yang agresif.

Kondisi tersebut memberikan keuntungan bagi emas, mengingat logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil. Ketika suku bunga tinggi, emas cenderung kurang diminati karena kalah bersaing dengan instrumen berbunga. Namun, ketika kebijakan mulai melonggar, daya tarik emas kembali meningkat.

Di sisi lain, potensi pelemahan dolar Amerika Serikat juga menjadi katalis positif bagi harga emas. Dengan adanya hubungan terbalik antara dolar dan emas, tekanan terhadap dolar akan memberikan ruang bagi harga emas untuk bergerak naik.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah meningkatnya permintaan dari bank sentral global yang terus menambah cadangan emas mereka. Langkah ini menjadi sinyal bahwa emas masih dianggap sebagai aset strategis dalam menjaga stabilitas cadangan devisa, sekaligus memberikan dukungan terhadap tren bullish dalam jangka menengah hingga panjang.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai tren bullish harga emas masih cukup kuat dan berpotensi berlanjut dalam waktu dekat. Dengan dukungan faktor teknikal dan fundamental yang sejalan, peluang kenaikan menuju level yang lebih tinggi, termasuk target psikologis 5.000, tetap terbuka.

"Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati dinamika pasar dan perkembangan global yang dapat memengaruhi pergerakan harga. Volatilitas jangka pendek masih mungkin terjadi, namun arah utama pergerakan emas saat ini masih didominasi oleh sentimen positif," ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)