Tokoh Publik Diminta Jaga Kondusivitas Nasional

Ilustrasi. Foto: Freepik.com.

Tokoh Publik Diminta Jaga Kondusivitas Nasional

Fachri Audhia Hafiez • 11 April 2026 08:05

Jakarta: Pernyataan mengenai potensi terjadinya kekacauan atau chaos pada pertengahan 2026 yang dilontarkan sejumlah tokoh publik menuai respons kritis. Wakil Ketua Umum Partai Golkar bidang kebijakan publik, Idrus Marham, menilai narasi yang menyebut waktu secara spesifik tersebut berpotensi memicu keresahan dan ekspektasi kolektif yang negatif di tengah masyarakat.

“Dalam kondisi bangsa seperti sekarang ini, sejatinya kita harus berkontribusi dalam menciptakan situasi kondusif yang menenangkan rakyat. Jangan memanas-manasi. Jangan menciptakan kondisi yang membuat rakyat semakin panik dan marah,” ujar Idrus di Jakarta, dikutip melalui keterangan tertulis, Jumat, 10 April 2026.
 


Idrus mengingatkan bahwa di tengah situasi nasional yang memerlukan stabilitas, setiap tokoh bangsa seharusnya menyampaikan pandangan yang menenangkan publik. 

Ia menekankan bahwa narasi dengan tingkat kepastian tinggi mengenai kerusuhan dapat memengaruhi perilaku antisipatif masyarakat yang justru merugikan sektor ekonomi dan sosial.

Idrus mencurigai adanya motif tertentu di balik masifnya narasi pesimisme tersebut. Ia menyayangkan jika isu ketidakstabilan sengaja digulirkan sebagai instrumen tekanan politik atau ekonomi oleh pihak-pihak yang kepentingannya terganggu.

“Kalau sebuah pernyataan sudah menentukan akan terjadi sesuatu, itu bukan lagi prediksi. Itu seperti sudah ada skenario dan target operasi,” ucap Idrus.

Mantan Sekjen Golkar ini menekankan pentingnya disiplin komunikasi bagi tokoh publik. Ia menilai penyebaran isu chaos yang tidak terukur hanya akan membuka ruang bagi pihak tertentu untuk mengganggu stabilitas nasional yang sedang dijaga ketat oleh pemerintah.

Menurut Idrus, menjaga kepercayaan masyarakat adalah bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional. Oleh karena itu, ia meminta seluruh elemen bangsa untuk tetap berada dalam satu barisan demi menjaga iklim politik dan ekonomi yang kondusif.


Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Di sisi lain, Idrus menyoroti upaya pemerintah dalam mempertahankan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi meski di tengah tekanan harga minyak dunia. Menurutnya, langkah pemerintah ini adalah bukti nyata keberpihakan pada rakyat yang seharusnya didukung oleh para elite politik, bukan malah dirongrong dengan isu yang memanaskan suasana.

“Pemerintah sudah mengambil langkah untuk tidak menaikkan BBM, justru ada narasi yang seolah-olah mendorong kondisi menjadi tidak stabil. Ini yang harus kita hindari,” tegasnya.

Idrus juga merasa kritik yang mendorong kenaikan harga BBM sangat tidak tepat saat ini. "Kalau harga dinaikkan kan risikonya di rakyat? Di pemerintah juga," imbuhnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya juga menepis narasi negatif, yang menyebut Indonesia mengalami chaos dalam waktu dekat. Narasi tersebut tidak benar dan tidak berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

“Saya mau luruskan, itu adalah narasi yang keliru. Tidak ada itu chaos-chaos. Yang ada adalah semuanya terkendali,” ujar Teddy dalam konferensi pers, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, 10 April 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)