Hamas Desak Komunitas Internasional Hentikan Aksi Provokasi Israel di Masjid Al-Aqsa

Umat Muslim berdoa di kompleks Masjid Al-Aqsa. Foto: EFE-EPA

Hamas Desak Komunitas Internasional Hentikan Aksi Provokasi Israel di Masjid Al-Aqsa

Muhammad Reyhansyah • 13 April 2026 17:18

Yerusalem: Kelompok pejuang Palestina, Hamas menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata guna menghentikan aksi berulang pemukim Israel yang memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu, 12 April 2026, juru bicara Hamas, Hazem Qassem menyebut tindakan berulang oleh Menteri Keamanan Nasional Israel yang dikenal berhaluan keras, Itamar Ben-Gvir, mencerminkan niat sebenarnya dari otoritas pendudukan untuk membagi situs suci tersebut secara waktu dan ruang.

Dikutip dari PressTV, ia mendesak masyarakat internasional agar “memikul tanggung jawabnya” dalam menghadapi pelanggaran terang-terangan terhadap Masjid Al-Aqsa di wilayah al-Quds Timur yang diduduki.

Qassem juga meminta negara-negara dan organisasi internasional untuk meningkatkan tekanan agar Israel menghentikan tindakan penodaan terhadap Al-Aqsa serta rencana “Yudaisasi” di seluruh wilayah al-Quds yang diduduki.

Lebih lanjut, ia menggambarkan rangkaian insiden tersebut sebagai “pelanggaran nyata terhadap kesucian Islam, provokasi terhadap perasaan umat Islam, dan pengabaian yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap sikap resmi maupun publik negara-negara Arab.”

Dalam insiden terbaru, Ben-Gvir kembali memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua al-Quds Timur pada Minggu. Aksi ini menjadi yang ketiga kalinya ia lakukan sepanjang tahun ini di situs yang merupakan tempat suci ketiga bagi umat Islam.

Ia datang bersama pemukim Israel dengan pengamanan ketat aparat, serta melakukan doa Yahudi di area tersebut—tindakan yang tidak diizinkan bagi non-Muslim berdasarkan kesepakatan status quo yang telah berlaku sejak 1967.

Sejak menjabat pada 2022, Ben-Gvir dilaporkan telah setidaknya 16 kali memasuki kompleks tersebut, sebagai bagian dari gerakan pemukim yang ingin menguasai Al-Aqsa. Ia juga secara terbuka menyatakan keinginannya untuk membangun sinagoge Yahudi di lokasi tersebut.

“Hari ini, saya merasa seperti pemilik di sini,” kata Ben-Gvir dalam video yang direkam di lokasi dan disebarkan oleh kantornya. 

“Masih banyak yang harus dilakukan, banyak yang harus diperbaiki. Saya terus mendorong perdana menteri (Benjamin Netanyahu) untuk melakukan lebih banyak lagi,” tambah Ben-Gvir

Presiden Otoritas Palestina turut mengecam tindakan tersebut, yang disebut semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Dalam pernyataannya, aksi itu dinilai sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap status historis dan hukum yang berlaku di situs suci tersebut.

Kementerian Luar Negeri Yordania juga mengkritik kunjungan Ben-Gvir, menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan status quo. Tindakan tersebut digambarkan sebagai “penodaan kesucian, eskalasi yang patut dikecam, dan provokasi yang tidak dapat diterima.”

Sementara itu, Israel sebelumnya menutup Masjid Al-Aqsa bagi warga Palestina selama 40 hari setelah melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari bersama Amerika Serikat.

Pembatasan terhadap akses ke masjid tersebut juga kerap diberlakukan, terutama menyasar jemaah Palestina. Tahun ini, otoritas Israel bahkan melarang pelaksanaan salat Idulfitri di Al-Aqsa, larangan pertama sejak pendudukan ilegal al-Quds Timur pada 1967.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)