Ilustrasi. Foto: Freepik.
Sentimen Global Beri Peluang Harga Emas Kembali Menguat
Eko Nordiansyah • 13 April 2026 14:50
Jakarta: Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan Senin, 13 April 2026 diperkirakan masih berpeluang melanjutkan tren penguatan, seiring kombinasi sinyal teknikal yang tetap positif serta dukungan dari faktor fundamental global.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan, harga emas atau XAU/USD pada timeframe H4 masih bergerak dalam tren bullish, dengan peluang kenaikan yang tetap terbuka selama harga mampu bertahan di area support penting.
"Secara teknikal, kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa harga emas tengah berada di area yang sebelumnya merupakan resistance, namun kini telah berubah fungsi menjadi support," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin, 13 April 2026.
Ia mengungkapkan, perubahan fungsi level ini menjadi salah satu sinyal positif dalam analisis teknikal, karena menunjukkan bahwa area tersebut kini menjadi titik pertahanan bagi harga untuk melanjutkan pergerakan naik.
Selain itu, harga juga berpotensi untuk menutup gap yang terbentuk saat pembukaan pasar sebelumnya. Dalam banyak kasus, gap seperti ini cenderung diisi kembali oleh pergerakan harga, sehingga membuka peluang bagi emas untuk kembali naik dalam jangka pendek.
Geraldo menjelaskan bahwa selama harga tidak turun dan ditutup di bawah dua level support utama yang saat ini menjadi area penopang, maka tren bullish masih akan tetap terjaga. Artinya, tekanan jual yang muncul sejauh ini belum cukup kuat untuk membalikkan arah pergerakan pasar.
(2).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Bappebti)
Emas berpotensi naik di jangka pendek
Dalam proyeksi pergerakan hari ini, Dupoin Futures memperkirakan bahwa harga emas berpotensi naik menuju resistance terdekat di level 4.795. Jika momentum kenaikan terus berlanjut, maka target berikutnya berada di level 4.857 sebagai resistance lanjutan."Level-level ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar untuk menentukan strategi, baik dalam jangka pendek maupun menengah," kata dia.
Dari sisi fundamental, sejumlah faktor global turut mendukung peluang kenaikan harga emas. Salah satu sentimen utama adalah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga yang lebih dovish dari bank sentral Amerika Serikat.
"Pelaku pasar mulai memperkirakan adanya kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter atau setidaknya perlambatan kenaikan suku bunga dalam waktu ke depan," ungkap Geraldo.
Kondisi ini biasanya berdampak pada melemahnya dolar AS, yang menjadi katalis positif bagi harga emas. Ketika dolar melemah, harga emas cenderung menguat karena menjadi lebih murah bagi investor global yang menggunakan mata uang lain.
Safe haven masih jadi idaman investor
Selain itu, ketidakpastian ekonomi global juga masih menjadi faktor yang mendukung permintaan terhadap emas. Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi, ketegangan geopolitik, serta kondisi pasar keuangan yang belum sepenuhnya stabil membuat investor cenderung mencari aset yang lebih aman."Permintaan terhadap emas sebagai safe haven pun tetap tinggi, terutama menjelang rilis data ekonomi penting yang berpotensi memicu volatilitas pasar. Dalam kondisi seperti ini, emas sering menjadi pilihan utama untuk menjaga nilai aset dari risiko fluktuasi pasar," ujarnya.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa prospek harga emas hari ini masih cenderung positif dengan peluang kenaikan yang tetap terbuka. Selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, tren bullish diperkirakan masih akan berlanjut.
"Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati pergerakan harga secara cermat, mengingat volatilitas masih mungkin terjadi dalam jangka pendek. Dengan memperhatikan level-level penting serta perkembangan sentimen global, investor diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih bijak di tengah dinamika pasar yang terus berubah," kata dia.