Anak Terpapar Ideologi Ekstrem Racik Bom Pipa untuk Disebar ke Komunitas

Ilustrasi teror. Foto: Dok. Media Indonesia (MI).

Anak Terpapar Ideologi Ekstrem Racik Bom Pipa untuk Disebar ke Komunitas

Siti Yona Hukmana • 7 January 2026 19:45

Jakarta: Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menampilkan anak yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem merakit bom pipa untuk dikirim ke komunitas internasional yakni True Crime Community (TCC). Video diperlihatkan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri Jakarta.

Dari video yang ditampilkan, terlihat seorang anak mengenakan sarung tangan plastik tengah menaruh serbuk berwarna hitam di atas sebuah kertas. Selanjutnya, serbuk hitam itu dimasukan ke dalam dua pipa dengan bentuk saling menempel.

Di pipa, terlihat kabel dan jam tangan tanpa tali yang terpasang. Terdengar anak tersebut memberikan tutorial sambil berbicara dal bahasa Inggris, yang intinya memberi peringatan agar hati-hati ketika membuat bom pipa.
 


"Ini salah satu anak yang kami temukan, yang bersangkutan membuat tutorial bagaimana membuat bom dalam bahasa Inggris yang di-upload ya, yang akan di-upload untuk komunitas internasionalnya," kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.

Selain itu, Mayndra juga menampilkan sebuah video yang memperlihatkan anak yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem dengan membawa senjata api (senpi) replika ke sekolah di Jawa Tengah. Saat itu, anak tersebut terlihat masih mengenakan seragam Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dia merekam aksinya mulai dari mengecek isi peluru, mengokang hingga menodongkan senpi replika itu ke temannya. Anak itu juga memeragakan gestur menembak ke temannya yang berdiri tak jauh.

"Mengapa penanganan anak-anak ini prioritas? Dari interview yang dilakukan oleh penyelidik, kami menemukan bahwa anak-anak ini di dalam wilayah yang berbeda berencana untuk melakukan bunuh diri setelah meledakkan beberapa kelas," ungkap Mayndra.

Targetnya disebutkan kelas 7, kelas 8, kelas 9. Lalu membantai guru, hingga sabotase CCTV. Sasaran aksinya adalah teman sekolah dan guru.


Juru Bicara Densus 88 Polri, Kombes Mayndra Eka Wardhana (kiri). Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana.

70 terpapar ideologi kekerasan ekstrem

Sebelumnya, Densus 88 mengungkap ada komunitas di media sosial yang menyebarkan ideologi kekerasan ekstrem seperti Neo Nazi hingga White Supremacy melalui WA Grup True Crime Community (TCC). Setidaknya ada 70 anak di Indonesia yang menjadi member grup itu.

Ke-70 anak itu tersebar di 19 provinsi dan paling banyak berasal dari Pulai Jawa, seperti Jakarta 15 orang, Jawa Barat 12 orang, dan Jawa Timur 11 orang. Faktor mereka terpapar karena kondisi keluarga yang tidak harmonis serta kurangnya perhatian dari keluarga dan lingkungan.

Terlebih, dalam komunitas ini aspirasi mereka bisa didengarkan oleh rekan-rekannya, seperti interaksi, dialog, dan saling memberikan rekomendasi atau masukan untuk menyelesaikan solusinya masing-masing, tentunya dengan kekerasan.

Berikut 27 grup paham ekstremisme yang diikuti anak di bawah umur:

1. TCC Community
2. True Crime Community
3. TCCland Under Akmal
4. Fuck TCC
5. TCC
6. WAG TCC Reborn
7. WAG TCC Universe
8. WAG Area TCC
9. Tanah Suci TCC
10. TCC Universe V2
11. TCC Community
12. TCC City Nueva Revolucion
13. [tccland]
14. FTCI Film True Crime Indonesia
15. Indonesia Headhunter
16. Meinchat
17. Group Kasih Sayang
18. Nuapf
19. Medenist Brigade
20. Legion Devision
21. FSP-NB (80 member)
22. AZW Ragebait
23. Saranjana
24. Medenism Under Boris
25. Anarko Libertarian Maoist
26. Army of Legion
27. Have Sex With Your Gun

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)