Maria Corina Machado meraih Nobel Perdamaian 2025. (Anadolu Agency)
Maria Machado Klaim Sekutunya Diculik usai Dibebaskan dari Penjara Venezuela
Muhammad Reyhansyah • 9 February 2026 19:17
Caracas: Pemimpin oposisi Venezuela sekaligus peraih Nobel Perdamaian, Maria Corina Machado, menyatakan bahwa seorang sekutu dekatnya telah diculik oleh pria bersenjata, tak lama setelah dibebaskan dari penjara oleh otoritas setempat.
Machado menyebut bahwa mantan Wakil Ketua Majelis Nasional, Juan Pablo Guanipa, diculik pada Minggu malam, 8 Februari 2026, hanya beberapa jam setelah ia dibebaskan bersama dua tokoh oposisi lainnya. Klaim tersebut muncul di tengah persiapan parlemen untuk menggelar pemungutan suara atas rancangan undang-undang amnesti bersejarah.
“Beberapa menit lalu, Juan Pablo Guanipa diculik di kawasan Los Chorros, Caracas. Pria-pria bersenjata lengkap yang mengenakan pakaian sipil datang dengan empat kendaraan dan membawanya pergi secara paksa,” tulis Machado di X, seperti dikutip France24, Senin, 9 Februari 2026.
“Kami menuntut pembebasannya segera,” tambahnya.
Sebelumnya pada Minggu, Guanipa sempat muncul dalam sebuah video yang diunggah di akun X miliknya, yang memperlihatkan dokumen yang tampak sebagai surat pembebasan.
“Di sinilah kami, sedang dibebaskan,” kata Guanipa dalam video tersebut. Ia menambahkan bahwa dirinya telah “10 bulan bersembunyi, hampir sembilan bulan ditahan” di Caracas.
Desakan Hormati Hasil Pemilu
Dalam wawancara dengan AFP pada Minggu, Guanipa menyerukan agar pemerintah menghormati hasil pemilihan presiden Venezuela 2024, yang secara luas dianggap dimenangkan oleh kandidat oposisi Edmundo Gonzalez Urrutia. Namun, Nicolas Maduro mengklaim kemenangan dan tetap berkuasa hingga Januari.“Mari kita hormati itu. Itu hal yang paling mendasar, hal yang logis. Oh, kalian tidak mau menghormatinya? Kalau begitu mari kita menuju proses pemilu,” kata Guanipa.
Guanipa ditangkap pada Mei 2025 terkait dugaan konspirasi untuk melemahkan pemilihan legislatif dan regional yang diboikot oleh oposisi. Ia didakwa atas tuduhan terorisme, pencucian uang, serta penghasutan kekerasan dan kebencian.
Sebelum penangkapannya, Guanipa sempat bersembunyi dan terakhir kali terlihat di depan publik pada Januari 2025 ketika mendampingi Machado dalam sebuah aksi unjuk rasa anti-Maduro.
Transisi Kekuasaan Menuju Rekonsiliasi
Setelah penangkapan Nicolas Maduro oleh pasukan khusus Amerika Serikat pada 3 Januari, otoritas Venezuela mulai secara bertahap membebaskan para tahanan politik. Kelompok hak asasi manusia memperkirakan sekitar 700 orang masih menunggu pembebasan.Sejumlah tokoh oposisi lain juga dibebaskan pada Minggu, termasuk Perkins Rocha, mantan penasihat hukum Machado, serta Freddy Superlano, yang pernah memenangkan pemilihan gubernur di Barinas, wilayah asal mendiang pemimpin sosialis Hugo Chavez.
“Kami berpelukan di rumah,” tulis istri Rocha, Maria Constanza Cipriani, di X, disertai foto kebersamaan mereka.
Sementara itu, LSM Foro Penal menyatakan telah mengonfirmasi pembebasan 35 tahanan pada Minggu. Sejak 8 Januari, hampir 400 orang yang ditahan atas alasan politik telah dibebaskan.
Parlemen Venezuela pekan lalu memberikan persetujuan awal terhadap rancangan undang-undang amnesti yang mencakup berbagai tuduhan yang digunakan untuk memenjarakan pembangkang selama 27 tahun pemerintahan sosialis. Namun, koalisi oposisi terbesar di negara itu mengkritik adanya “kelalaian serius” dalam rancangan amnesti tersebut.
Di sisi lain, keluarga para tahanan menyatakan semakin tidak sabar menunggu pembebasan kerabat mereka.
Presiden sementara Delcy Rodriguez, yang sebelumnya menjabat wakil presiden di bawah Maduro, mendorong pengesahan undang-undang amnesti sebagai tonggak rekonsiliasi nasional. Rodriguez mengambil alih kekuasaan dengan dukungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang disebut tengah mengincar akses AS terhadap cadangan minyak terbukti terbesar di dunia yang dimiliki Venezuela.
Sebagai bagian dari agenda reformasi, pemerintahan Rodriguez telah mengambil langkah untuk membuka kembali sektor minyak dan memulihkan hubungan diplomatik dengan Washington, yang diputus oleh Maduro pada 2019.
Baca juga: Venezuela Bebaskan 9 Tahanan Politik, Termasuk Aktivis HAM Javier Tarazona