Suyanto, Orang Tua Murid Sekolah Rakyat. Foto Istimewa
Sekolah Rakyat Topang Harapan Orang Tua Tunggal Pemotong Kayu di Pati
Muhamad Marup • 27 April 2026 20:23
Jakarta: Hari-hari berat kerap dilalui Suyanto (51 tahun), buruh tani asal Pati, Jawa Tengah. Sebagai buruh tani, ia lebih sering menjadi pemotong kayu. Penghasilannya tak tetap antara Rp100 Ribu hingga Rp200 Ribu.
"Itu pun tak tentu bergantung seberapa banyak yang membutuhkan," ujar Suyanto, dalam keterangan resmi yang diterima Metrotvnews.com, Senin, 27 April 2026.
Sebenarnya, pendapatannya akan cukup jika memenuhi kehidupan sendiri saja sendiri. Tapi sebagai seorang ayah, Suyanto harus bekerja dengan giat setiap hari untuk memenuhi kebutuhan tiga anaknya. Belum lagi, tiga tahun lalu istrinya meninggal, sehingga ia harus juga mengawasi anak-anaknya sebagai single parent atau orang tua tunggal.
Sekolah Rakyat Ringankan Beban
Di tengah kondisi tersebut, Sekolah Rakyat hadir meringankan beban Suyanto. Najijaten Niswah, putri bungsunya, bisa bersekolah di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 12 Pati, Jawa Tengah."Saya terima kasih kepada pegawai PKH yang menyekolahkan (anak saya) di SR," kata Suyanto.

Suyanto, Orang Tua Murid Sekolah Rakyat. Foto Istimewa
Dari keadaan orang tuanya, Najijaten sangat layak masuk Sekolah Rakyat. Rumahnya pun seadanya. Dinding masih sebatas bata tanpa semen. Lantai rumah pun sangat sederhana tanpa keramik.
Keadaan dapur bahkan sangat sederhana. Hanya ada kompor gas yang sudah menghitam, sama hitamnya dengan bokong wajan. Ditambah sejumlah kecil perabotan dapur.
Suyanto berterima kasih anaknya bisa bersekolah di Sekolah Rakyat. Apalagi Najijaten juga senang bersekolah di sana.
“Saya senang, di sana sudah dicukupi. Semua gratis, makan pun gratis,” kata dia.
Suyanto juga berterima kasih atas pemberian gergaji mesin dari Pemerintah. Gergaji itu membuat pekerjaannya lebih mudah.