Kasus 2 PRT Loncat dari Lantai 4 Indekos di Benhil Berpotensi Ditarik Polda Metro

Gedung Polda Metro Jaya. Foto: NTMC Polri.

Kasus 2 PRT Loncat dari Lantai 4 Indekos di Benhil Berpotensi Ditarik Polda Metro

Vania Liu • 24 April 2026 10:30

Jakarta: Kasus dua pekerja rumah tangga (PRT) yang loncat dari lantai empat indekos di Benhil, Jakarta Pusat, berpotensi diambilalih Polda Metro Jaya. Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra.

"Nanti kemungkinan ditarik Polda," kata Roby di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.

Roby juga menyampaikan, aparat sudah melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi. Di antaranya, majikan PRT tersebut.

"Diperiksa di Ditkrimum Polda Metro Jaya. Sekarang (penanganan perkara) masih di Polsek," ungkap Roby.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat mendalami kasus meninggalnya seorang pekerja rumah tangga (PRT) akibat lompat dari lantai 4 sebuah indekos di Bendungan Hilir (Benhil). Salah satu PRT tewas dalam kejadian nahas tersebut.

"Informasi sementara, orang itu katanya tidak betah. Terus kabur dengan cara melompat," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, kepada wartawan di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 23 April 2026.

Dia menyampaikan ada dua PRT yang lompat dari sebuah indekos di Bendungan Hilir. Satu PRT meninggal dunia dan satu lainnya mengalami patah tulang.

Ilustrasi. Foto: Medcom.id.

Dia menjelaskan korban meninggal dunia berinisial R, dan korban yang mengalami luka berinisial D. Berdasarkan informasi sementara, keduanya tidak betah sehingga mencoba kabur dengan melompat.

"Betul (ingin kabur). Tapi kami tidak tahu bener apa tidak, karena informasi awalnya seperti itu. Makanya masih diperiksa," ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)