Kayutangan Heritage Dinilai Layak Jadi Model Nasional Penataan Kawasan Padat Perkotaan

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menerima kunjungan jajaran Kementerian PKP di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Jumat, 2 Januari 2026. Dokumentasi/Pemkot Malang.

Kayutangan Heritage Dinilai Layak Jadi Model Nasional Penataan Kawasan Padat Perkotaan

Daviq Umar Al Faruq • 3 January 2026 14:30

Malang: Kawasan Kayutangan Heritage di Kota Malang, Jawa Timur, kembali mencuri perhatian pemerintah pusat. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menilai kawasan bersejarah di jantung kota itu layak dijadikan model nasional penataan kawasan padat perkotaan berbasis pemberdayaan masyarakat.

"Kami menceritakan beberapa hal tentang progress Kayutangan Heritage dan story-nya seperti apa, sampai akhirnya menjadi salah satu kujungan wisata terbanyak saat Nataru ini. Pak Sekjen dan Bu Dirjen diperintah untuk mereplikasi, bagaimana konsep penataan Kayutangan, apa yang dilakukan. Dan ini akan bisa jadikan pilot project pada beberapa tempat di Indonesia," beber Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Jumat, 2 Januari 2026.

Menurut Wahyu, keberhasilan Kayutangan Heritage tidak hanya terletak pada penataan fisik kawasan, tetapi juga pada perubahan pola pikir dan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengelola kawasan. Konsep yang diterapkan menitikberatkan pada pelestarian nilai sejarah, peningkatan kualitas lingkungan permukiman, serta penguatan peran warga sebagai subjek pembangunan.
 


Ia juga mengungkapkan bahwa ketertarikan Kementerian PKP terhadap Kayutangan Heritage berawal dari kunjungan Menteri PKP ke Kota Malang beberapa waktu lalu. Saat itu, Wahyu secara langsung mengajak Menteri meninjau kawasan tersebut.

"Pada saat itu, Pak Menteri PKP datang ke Malang, saya ajak ke Kayutangan berkeliling ke sana. Saya menjelaskan juga termasuk penghargaan yang diterima, yaitu Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik I Nasional dan juga dari Pokdarwis Terbaik I Nasional. Pak Menteri melihat memang luar biasa, terutama terkait dengan perubahan kawasan, kemudian juga mindset masyarakatnya," ucap Wahyu.


Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menerima kunjungan jajaran Kementerian PKP di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Jumat, 2 Januari 2026. Dokumentasi/Pemkot Malang.


Wahyu berharap, capaian Kayutangan Heritage dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam melakukan penataan kawasan padat perkotaan yang berkelanjutan, tanpa menghilangkan identitas dan kearifan lokal.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel menyampaikan pada tahun ini kementeriannya mulai menjalankan sejumlah program prioritas nasional, salah satunya penataan kawasan padat dan kumuh di perkotaan. Atas arahan langsung Menteri PKP, jajarannya diminta mempelajari daerah-daerah yang dinilai berhasil melakukan transformasi kawasan.

Ia menyebut, Kayutangan Heritage dipilih sebagai salah satu rujukan karena dinilai mampu memadukan penataan kawasan dengan pemberdayaan masyarakat secara nyata. Kementerian PKP juga membawa rombongan dari sejumlah kelurahan padat penduduk di Jakarta untuk belajar langsung dari Kota Malang.


Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menerima kunjungan jajaran Kementerian PKP di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Jumat, 2 Januari 2026. Dokumentasi/Pemkot Malang.


Senada, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Hariyati menegaskan bahwa konsep penataan kawasan seperti Kayutangan Heritage berpeluang besar direplikasi secara nasional.

"Bagaimana kawasan-kawasan di perkotaan, walaupun padat itu tetap menarik, dan ekonominya maju. Kita juga akan melihat tempat-tempat seperti Kayutangan ini yang memang nanti kita bisa ambil yang baik untuk kita padukan, nanti jadi konsep untuk seluruh perkotaan di Indonesia," imbuh Sri.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)