Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Foto: Metro TV.
Dasco Dorong Pencarian Maksimal 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau
Gabriella Thesa Widiari • 9 September 2026 13:58
Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan keprihatinan atas hilangnya lima jurnalis yang tengah meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Dasco mendorong instansi terkait untuk melakukan pencarian secara maksimal.
"Kami menyatakan prihatin terhadap teman-teman jurnalis yang saat ini belum diketahui keberadaannya," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Baca Juga :
"Kami sudah mendorong kepada instansi terkait dan juga memonitor upaya-upaya yang dilakukan secara maksimal agar kejelasan dari teman-teman tersebut dapat segera diketahui," ujar Dasco.
Ia berharap upaya pencarian membuahkan hasil terbaik. Dasco juga mengajak seluruh pihak untuk mendoakan keselamatan kelima jurnalis tersebut.
"Kita doakan semoga upaya yang terbaik bisa mendapatkan hasil yang terbaik," kata Dasco.
Diketahui, Tim SAR memperluas cakupan area pencarian delapan penumpang kapal cepat rombongan jurnalis pada hari kedua operasi penyelamatan. Kedelapan penumpang itu dilaporkan hilang kontak saat peliputan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, mengatakan penyisiran pada hari kedua dioptimalkan dengan membagi kekuatan menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk menjangkau radius yang lebih luas.
"Operasi SAR hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR serta dukungan penuh sarana laut dan udara," kata Edy.

Tim SAR melakukan operasi pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau. Foto: Istimewa.
Sebanyak delapan korban yang hingga kini masih dalam pencarian terdiri atas tiga kru kapal, yakni Warta (55/kapten), Surakman (60/ABK), dan Heriyanto (49/guide), serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (pewarta lepas).
Operasi penyelamatan ini melibatkan personel gabungan dari Kantor SAR Banten, Unit SAR Pandeglang, Kantor SAR Lampung, TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, serta nelayan setempat.