Hindari Risiko Diabetes, Masyarakat Didorong Konsumsi Makanan Rendah Gula

Ilustrasi diabetes. Pexels

Hindari Risiko Diabetes, Masyarakat Didorong Konsumsi Makanan Rendah Gula

Achmad Zulfikar Fazli • 8 September 2026 21:30

Jakarta: Masyarakat didorong menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari risiko diabetes dan penyakit tidak menular yang makin meningkat. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan atau camilan rendah gula.

Namun, memilih makanan rendah gula tak cukup hanya dengan melihat tulisan pada bagian depan kemasan. Klaim rendah gula perlu dibaca bersama informasi nilai gizi agar masyarakat mengetahui jumlah gula dalam satu sajian serta memahami komposisi produk secara keseluruhan.

“Klaim rendah gula dapat menjadi salah satu petunjuk awal, tetapi konsumen tetap perlu melihat tabel informasi nilai gizi dan ukuran sajian. Dari sana, konsumen dapat mengetahui berapa banyak gula yang sebenarnya dikonsumsi dalam satu porsi,” jelas produk makanan ringan, Soyjoy, dalam keterangannya, Selasa, 8 September 2026.

Perkembangan kebutuhan tersebut mendorong industri pangan menghadirkan pilihan makanan dengan komposisi yang lebih sesuai dengan perhatian masyarakat terhadap gula dan indeks glikemik (IG). Pihaknya menyebut seluruh varian memiliki IG rendah. Salah satunya adalah varian Raisin Almond yang disebut memiliki nilai IG 7.

“Industri perlu menghadirkan produk yang memberikan informasi komposisi secara jelas sehingga konsumen lebih mudah menentukan pilihan,” tambah dia.

Dengan karakteristik tersebut, makanan berbasis kedelai seperti Soyjoy dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan masyarakat, termasuk bagi penderita diabetes yang sedang mencari makanan dengan kandungan gula terkontrol. Namun, pemilihannya tetap perlu disesuaikan.

Perhatikan Komposisi dan Indeks Glikemik

Peralihan menuju makanan rendah gula dapat dilakukan bertahap dengan membandingkan informasi nilai gizi pada produk yang biasa dikonsumsi. Masyarakat bisa memperhatikan bahan utama serta memilih makanan yang memiliki kandungan protein dan serat. Porsi konsumsi tetap perlu diperhitungkan karena rendah gula tidak berarti bebas batasan jumlah.

Ilustrasi dua granola bar dilapisi cokelat beserta kacang almond dan buah kering. (Sumber Freepik)

Selain kandungan gula, indeks glikemik menjadi pertimbangan lain dalam memilih makanan yang mendukung pengelolaan kadar gula darah. Makanan dengan IG rendah cenderung meningkatkan kadar gula darah secara lebih bertahap setelah dikonsumsi.

“Dalam memilih camilan, konsumen sebaiknya melihat keseluruhan komposisinya. Kandungan gula yang terkontrol perlu diperhatikan bersama serat dan protein di samping indeks glikemiknya agar pilihan camilan lebih sesuai dengan kebutuhan tubuh,” tutur dia.

Perubahan kebiasaan tersebut membuat pemilihan camilan bergeser dari sekadar pertimbangan rasa menuju perhatian pada komposisi pangan. Dengan memahami informasi pada kemasan dan mengatur porsi konsumsi, masyarakat dapat memasukkan camilan rendah gula sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

(Achmad Zulfikar Fazli)