Gubernur Banten, Andra Soni dan Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menggelar pemeriksaan cek kesehatan gratis (CKG) di Kantor Kecamatan Pondok Aren, Tangsel. Metrotvnews.com/ Hendrik S
Hipertensi dan Diabetes Dominasi Hasil CKG di Tangsel
Hendrik Simorangkir • 31 August 2026 21:17
Tangerang: Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah menjangkau 757.531 orang atau sekitar 53 persen. Hasil pemeriksaan menunjukkan hipertensi dan diabetes menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan.
"Tangsel dengan jumlah penduduknya besar. Jadi pencapaian 53% itu setara dengan 750.000 lebih. Yang ditemukan, secara umum hipertensi dan DM (Diabetes Mellitus). Dua-duanya ini adalah penyebab utama daripada komplikasi. Namun keduanya ini bisa dikendalikan," ujar Gubernur Banten, Andra Soni di Pondok Aren, Tangsel, Senin, 31 Agustus 2026.
Saat ini, sebanyak 6,4 juta warga di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten telah menjalani pemeriksaan CKG. "(6,4 juta telah diperiksa) Ini sudah on the track. Tapi ada satu fenomena baru, masyarakat Banten mulai tidak takut untuk memeriksakan kesehatannya. Itu hal positifnya," kata Andra Soni.
Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie membenarkan hipertensi dan diabetes menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan dalam pemeriksaan CKG. "Kebanyakan memang usia dewasa yang terkena. Ada juga depresi, yang kebanyakan dialami anak-anak, enggak terlalu banyak sih, tapi ditemukan gejala seperti itu," ungkap Benyamin.
Untuk menindaklanjuti penyakit usai dilakukan CKG, pihaknya telah menyiapkan rumah sakit dan puskesmas. "Jadi tinggal nanti masyarakat datang ke puskesmas atau nanti konsultasi melalui Ngider Sehat Premium yang akan datang ke rumah masing-masing. 35 puskesmas sudah kita instruksikan untuk siap, termasuk dengan tenaga kesehatan dan obat-obatannya, demikian juga dengan RSUD," jelas Benyamin.

Gubernur Banten, Andra Soni dan Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menggelar pemeriksaan cek kesehatan gratis (CKG) di Kantor Kecamatan Pondok Aren, Tangsel. Metrotvnews.com/ Hendrik S
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar menambahkan, depresi ringan juga banyak dialami siswa SMA di wilayahnya. Kondisi tersebut diduga dipicu kekhawatiran siswa terhadap masa depan.
"Jadi ini adalah sebenarnya sesuatu yang butuh kita lakukan edukasi. Tapi mereka saat ditanyakan ada kekhawatiran terhadap hal-hal yang belum terjadi. Nah, mereka menyatakan 'iya saya khawatir atau cemas gitu akan nanti mungkin ke depan saya seperti apa' dan lain-lain seperti itu. Tentu ini butuh kolaborasi antara kami dengan pihak sekolah juga gitu," papar Allin.