Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memantau pembangunan SJTU di Kawasan Tebet, Jaksel. Foto: Metro TV/Nattasya.
Pemprov DKI Target 5 Tahun Turunkan 6.500 Km Kabel Udara ke Dalam Tanah
Nattasya Amani Vrazeti • 10 September 2026 14:26
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan penurunan seluruh kabel udara ke bawah tanah dapat rampung dalam waktu lima tahun. Panjang kabel mencapai 6.500 kilometer (km).
Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat mengunjungi lapangan pembangunan sarana jaringan utilitas terpadu (SJUT) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis 10 September 2026. Menurut dia, tujuan semua kabel udara diturunkan untuk memperindah wajah Ibu Kota.
“Saya terus terang mem-planning-kan dalam 5 tahun, semua kabel-kabel yang ada di permukaan itu bisa diturunkan. Dan kalau itu bisa diturunkan, maka wajah Jakarta pasti akan sangat berbeda. Apakah 5 tahun itu bisa atau tidak, karena memerlukan kurang lebih 6.000-6.500 km yang harus ditangani,” ujar Pramono di Tebet, Jakarta, Kamis, 10 September 2026.
Pramono memaparkan pengerjaan proyek berskala besar ini tidak hanya bergantung pada Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Dia membuka keterlibatan luas dari pihak swasta dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Penataan SJUT dilakukan guna mewujudkan estetika tata kota Jakarta yang lebih tertata dan rapi. Pramono menegaskan penataan jaringan utilitas ini didasari oleh Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2025 yang disahkan pada Desember lalu sebagai payung hukum utama.
“Maka untuk itu, Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga dan juga bekerja sama dengan badan usaha-badan usaha yang ada, yang tentunya adalah swasta, ingin melakukan penanganan, penyelesaian apa merapikan kabel-kabel yang ada di atas menjadi turun ke bawah,” sebut Pramono.

Ilustrasi penataan kabel utilitas. Foto: Antara.
Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga mengalokasikan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk menata 16,9 kilometer kabel udara di sepuluh ruas jalan utama. Koridor tersebut meliputi Jalan M.T. Haryono, Gatot Subroto, Dokter Supomo, Abdullah Syafei, Saharjo, Pemuda, Otista, Tebet Barat Dalam Raya, Matraman, hingga Jatinegara.
Selain itu, Pramono menjelaskan pemindahan utilitas dilakukan secara bertahap. Prioritas pemindahan saat ini yaitu kabel komunikasi. Sedangkan kabel listrik masih memerlukan koordinasi dan penyesuaian teknis bersama pihak PLN.
“Secara prinsip kabel itu ada dua: yang satu untuk komunikasi, yang satu untuk listrik. Memang yang sekarang ini yang bisa, yang sudah bisa diturunkan adalah kabel-kabel yang berkaitan dengan komunikasi. Sedangkan kabel yang berkaitan dengan listrik masih memerlukan waktu,” ujar Pramono.