Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kiri) bersama Kepala Basarnas Mohammad Syafii (kanan) dalam konferensi pers penanganan kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026). ANTARA/Tumpal Anda
15 Armada Cari 130 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
Lukman Diah Sari • 13 September 2026 18:44
Banjarmasin: Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara untuk mencari 130 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, pada Minggu, 13 September 2026, yang masih hilang di Laut Jawa. Armada itu meliputi 11 kapal, satu helikopter dan tiga pesawat.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii mengatakan unsur laut yang dikerahkan mencakup kapal Basarnas dari Banjarmasin, Surabaya dan Makassar yang bergerak menuju lokasi kejadian, serta empat KRI TNI AL yang dilaporkan telah mendekati lokasi.
“Unsur laut, kapal Badan SAR Nasional yang ada di Banjarmasin, kemudian yang ada di Surabaya, dan juga yang ada di Makassar dikerahkan menuju lokasi kejadian,” kata Syafii dalam konferensi pers penanganan kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Banjarmasin, melansir Antara.
Selain armada yang bergerak menuju lokasi, sejumlah kapal yang berada di sekitar perairan kejadian juga membantu operasi pencarian dan pertolongan sebagai bagian dari potensi SAR yang dikerahkan untuk mempercepat penanganan keadaan darurat.
Syafii mengatakan operasi juga didukung unsur darat yang dikoordinasikan bersama jajaran TNI, Polri, kementerian dan lembaga, serta berbagai potensi SAR lainnya sesuai fungsi masing-masing dalam mendukung pelaksanaan pencarian dan pertolongan.
Pengerahan kekuatan tersebut dilakukan setelah Basarnas Command Center mendeklarasikan kondisi kedaruratan kepada pengguna lalu lintas laut di kawasan Laut Jawa agar kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi dapat memberikan bantuan.

(tangkapan layar)
Syafii mengatakan operasi pencarian dan pertolongan dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman International Maritime Organization (IMO), sedangkan seluruh unsur yang terlibat berada dalam koordinasi Basarnas sebagai pelaksana operasi SAR.
“Basarnas dibantu, khususnya dari TNI dan Polri, dan juga seluruh potensi, begitu juga dari kementerian/lembaga sesuai dengan fungsinya,” ujarnya.
Kepala Basarnas menegaskan seluruh armada dan unsur pendukung yang telah digerakkan terus melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan untuk memperluas jangkauan pencarian serta mempercepat penanganan korban di perairan Laut Jawa.