Suriah-Israel Kembali Berunding Lewat Mediasi AS untuk Redakan Ketegangan

Pasukan keamanan berpatroli di jalanan Suriah. (Anadolu Agency)

Suriah-Israel Kembali Berunding Lewat Mediasi AS untuk Redakan Ketegangan

Muhammad Reyhansyah • 24 August 2026 14:00

Amman: Suriah dan Israel menggelar pembicaraan tingkat tinggi yang dimediasi Amerika Serikat (AS) di Yordania pada Minggu, 23 Agustus 2026 untuk meredakan ketegangan setelah serangkaian serangan Israel terhadap wilayah Suriah.

Kantor berita pemerintah Suriah SANA melaporkan pembicaraan tersebut membahas mekanisme untuk menghentikan serangan, penangkapan, dan operasi terarah Israel di wilayah Suriah. 

“Kedua pihak juga membahas upaya menghidupkan kembali negosiasi menuju kesepakatan keamanan yang dapat menjadi dasar bagi kesepakatan yang lebih luas,” sebut laporan itu, dikutip dari Channel News Asia, Senin, 24 Agustus 2026

Pembicaraan tersebut turut membahas upaya meredakan ketegangan antara Israel dan Turki serta mencegah persaingan kedua negara meluas ke wilayah Suriah.

Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani sebelumnya mengatakan Damaskus berharap negosiasi keamanan dengan Israel dapat segera dilanjutkan. Namun, ia mengakui masih terdapat tingkat ketidakpercayaan yang tinggi antara kedua pihak.

Menurut Shaibani, pembicaraan sebelumnya terhenti sejak perang Iran dimulai. Suriah bahkan memutuskan seluruh kontak setelah Israel melancarkan serangan terhadap pangkalan udara Abu al-Duhur di Suriah pekan lalu.

Amerika Serikat telah berupaya selama lebih dari setahun untuk memediasi kesepakatan keamanan antara Israel dan pemerintahan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa.

Shaibani mengatakan kedua pihak sebelumnya telah menyepakati hampir seluruh poin kesepakatan secara tertulis, termasuk pengaturan zona keamanan di Suriah selatan dan zona penyangga yang hanya akan ditempati pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam pertemuan terbaru, Suriah menegaskan prioritasnya adalah penarikan pasukan Israel ke posisi sebelum penggulingan Presiden Bashar al-Assad pada 8 Desember 2024 serta pemulihan penuh kesepakatan pelepasan pasukan 1974.

Damaskus juga menegaskan tidak akan menerima pengaturan yang membatasi haknya untuk membangun dan mengembangkan angkatan bersenjata maupun menentukan aliansi dan kemitraannya.

Suriah kembali menegaskan bahwa Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel merupakan wilayah Suriah, tetapi menyatakan pembahasan mengenai status final wilayah tersebut masih terlalu dini.

Israel telah berulang kali melancarkan serangan terhadap situs militer Suriah sejak jatuhnya pemerintahan Assad. Israel menyatakan serangan tersebut diperlukan untuk menjaga keamanannya, sementara Suriah membantah menjadi ancaman dan menuntut penghentian serangan serta operasi militer Israel.

Baca juga:  Turki Kecam Keras Serangan Israel ke Wilayah Suriah

(Willy Haryono)