Kebakaran Pasar Sungai Duri Bengkayang, Kerugian Capai Rp70 Miliar

Kondisi bangunan yang hangus terbakar di Pasar Sungai Duri Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat pasca kebakaran pada Kamis (20/8/2026) malam. ANTARA/Narwati

Kebakaran Pasar Sungai Duri Bengkayang, Kerugian Capai Rp70 Miliar

Lukman Diah Sari • 21 August 2026 12:34

Bengkayang: Kebakaran melanda kawasan Pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis malam, 20 Agustus 2026. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp70 miliar.

Kapolres Bengkayang, AKBP Syahirul Awab, mengatakan nilai kerugian tersebut estimasi sementara yang mencakup 50 unit bangunan beserta berbagai barang dagangan dan harta benda milik warga.

“Kerugian material sementara diperkirakan kurang lebih Rp70 miliar, terdiri atas 50 unit bangunan atau ruko serta sembako, barang elektronik, dan barang berharga lainnya,” kata Syahirul Awab di Bengkayang melansir Antara, Jumat, 21 Agustus 2026.

Syahirul menuturkan kebakaran bermula sekitar pukul 18.30 WIB setelah warga melihat kepulan api dari salah satu ruko di kawasan Pasar Sungai Duri, Jalan Wiraguna, Dusun Suka Damai, Desa Sungai Duri. Lokasi kejadian berada di ruas jalan nasional yang menghubungkan Pontianak menuju Kota Singkawang.


Kebakaran di kawasan Pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, terbakar pada Kamis (20/8) malam. (ANTARA/Narwati)

Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Sungai Raya, Pemerintah Desa Sungai Duri, serta petugas pemadam kebakaran. Proses pemadaman langsung dilakukan secara gotong royong oleh tim pemadam swadaya, masyarakat, serta personel TNI-Polri.

Syahirul menyebut 33 unit kendaraan pemadam kebakaran dari berbagai wilayah dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Bantuan armada datang dari Kabupaten Bengkayang, Singkawang, Mempawah, hingga daerah sekitarnya.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.10 WIB oleh gabungan tim pemadam kebakaran,” jelasnya.

Selain petugas pemadam, sebanyak 77 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk membantu proses pemadaman, pengamanan lokasi, pengaturan arus lalu lintas, serta membantu warga menyelamatkan harta benda yang masih bisa dievakuasi.

Syahirul merinci, 50 unit bangunan yang hangus terbakar terdiri atas ruko, toko, warung, gudang, hingga rumah pribadi. Berbagai jenis tempat usaha turut terdampak, mulai dari toko sembako, toko elektronik, perabot rumah tangga, toko bangunan, toko emas, apotek, bengkel, warung kopi, hingga usaha lainnya.

“Bangunan yang terbakar berada dalam posisi saling berdekatan sehingga api cepat membesar dan menyebar. Sebagian besar bangunan juga terbuat dari kayu dan merupakan bangunan lama,” jelasnya.

Dalam peristiwa tersebut, seorang warga bernama Fendi, 33, sempat mendapat perawatan medis di RS Rubini Mempawah akibat mengalami sesak napas setelah menghirup asap tebal dan sempat pingsan. "Tidak ditemukan luka pada korban," tambah Syahirul.

Saat ini, pihak kepolisian telah memasang garis polisi dan mensterilkan lokasi guna kepentingan penyelidikan. Petugas juga melakukan pendinginan pada puing-puing bangunan untuk memastikan tidak ada bara api tersisa yang memicu kebakaran susulan.

Terkait penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam melalui olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga berkoordinasi dengan pihak PLN untuk menormalkan jaringan listrik serta instansi terkait guna membersihkan puing-puing bangunan.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Duri, Hariyanto, melaporkan bahwa musibah ini berdampak pada 39 kepala keluarga (KK) atau total 119 jiwa dari RT 01 dan RT 02. Rinciannya terdiri atas 22 orang lansia, 12 balita, dan 85 orang dewasa. Pihak desa pun telah mendirikan posko pengungsian di aula Kantor Desa Sungai Duri.

(Lukman Diah Sari)