Konferensi pers peluncuran riset Bank DBS Indonesia. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.
Kapasitas Data Center Indonesia Diproyeksi Tumbuh Jadi 1,7 GW pada 2026
Ade Hapsari Lestarini • 20 August 2026 18:24
Jakarta: Kapasitas pusat data (data center) di Indonesia diprediksi mencapai 1,7 gigawatt (GW) pada akhir 2026. Proyeksi tersebut sejalan dengan tingginya permintaan terhadap data center yang saat ini lebih besar dibandingkan kapasitas pembangunan yang berjalan.
Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (IDPro) Hendra Suryakusuma menyebut kapasitas data center terpasang di Indonesia saat ini mencapai sekitar 650 megawatt (MW). Dari jumlah tersebut, sekitar 600 MW berada di bawah anggota IDPro.
"Jadi install capacity satu Indonesia sudah 650 megawatt. Adapun 600 megawatt-nya memang di IDPro, dan potentially kita tumbuh jadi 1,7 gigawatt di akhir tahun ini," ucap Hendra dalam peluncuran riset Bank DBS Indonesia bertajuk Identifikasi Tantangan dan Langkah Strategis Menuju Transisi Keberlanjutan pada Lima Sektor Kunci di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.

Konferensi pers peluncuran riset Bank DBS Indonesia. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.
Permintaan pembangunan data center tinggi
Ia menambahkan, tingginya permintaan turut mendorong pelaku industri mempercepat pembangunan data center. Salah satunya melalui penggunaan teknologi modular, yakni pembangunan dengan menggunakan komponen yang telah disiapkan sebelumnya.
"Demand ini justru jauh lebih besar dibandingkan pembangunannya. Jadi kami di IDPro banyak sekali member kami menyampaikan isunya bukan di demand, bukan di potential of takers, tapi lebih di execution on strategy," ucap dia.
Hendra menyebut pertumbuhan kapasitas tersebut juga perlu diimbangi dengan aspek keberlanjutan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan energi. Menurut dia, pemantauan diperlukan untuk memastikan industri data center dapat berkembang secara optimal, andal, dan berkelanjutan. (Tiaranissa Juliansyah)