Jelang Pertemuan Xi-Trump, Pesawat AS Terbang Lintasi Selat Taiwan

Pesawat patroli maritim P-8A Poseidon. (Military.com)

Jelang Pertemuan Xi-Trump, Pesawat AS Terbang Lintasi Selat Taiwan

Willy Haryono • 22 August 2026 13:01

Taipei: Pesawat patroli maritim P-8A Poseidon milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan terbang melintasi Selat Taiwan, Sabtu, 22 Agustus 2026, di tengah upaya Washington dan Beijing menstabilkan hubungan bilateral.

Mengutip TRT World, penerbangan pesawat militer AS di Selat Taiwan merupakan aktivitas yang dilakukan secara berkala. Pergerakan tersebut kerap mendapat respons keras dari Beijing yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah Tiongkok.

Menurut sumber militer yang dikutip media Global Times, pesawat patroli dan pengintai AS tersebut mendapat pengawasan ketat dari militer Tiongkok selama melintasi Selat Taiwan.

Militer Tiongkok memastikan situasi di sekitar wilayah tersebut tetap berada dalam kendali mereka.

Sementara itu, AS menyatakan aktivitas militernya di Selat Taiwan merupakan bagian dari upaya menegakkan kebebasan navigasi dan menjaga kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

"Perlintasan pesawat di Selat Taiwan menunjukkan komitmen Amerika Serikat terhadap kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Militer AS terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkannya," ujar pernyataan militer AS.

Aktivitas tersebut berlangsung menjelang rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Xi diperkirakan mengunjungi AS bulan depan untuk bertemu Trump.

Washington dan Beijing tengah berupaya menstabilkan hubungan yang selama ini diwarnai sejumlah persoalan, termasuk isu Taiwan, sengketa perdagangan, serta pembatasan teknologi.

Beijing berulang kali menegaskan bahwa Taiwan merupakan bagian dari Tiongkok dan persoalan Taiwan merupakan urusan dalam negeri. Pemerintah Tiongkok juga menyebut isu Taiwan sebagai salah satu kepentingan inti yang tidak dapat dinegosiasikan.

Tiongkok telah memperingatkan bahwa isu Taiwan merupakan "garis merah" yang tidak boleh dilanggar, sementara Washington mempertahankan kebijakan Satu Tiongkok sembari tetap menjalin hubungan tidak resmi dengan Taipei dan memasok persenjataan kepada Taiwan. (Razaqa Hariz)

Baca juga:  Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing Berlangsung Selama Dua Jam

(Willy Haryono)