Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier (kiri) melakukan pertemuan empat mata di Istana Merdeka, Jakarta. (Dok. Tangkapan Layar)
Presiden Jerman Mengunjungi Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta
Achmad Zulfikar Fazli • 15 June 2026 15:31
Jakarta: Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier akan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung praktik toleransi kehidupan beragama di Indonesia.
“Selama kunjungan yang kami adakan selama hari ini, termasuk kunjungan sebentar lagi ke Masjid Istiqlal dan jalan melalui terowongan persahabatan menuju Katedral Jakarta," kata Presiden Steinmeier di Istana Merdeka Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 15 Juni 2026.
Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung usai pelaksanaan pertemuan bilateral dan makan siang bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan resmi Kepala Negara Jerman di Jakarta.
Steinmeier telah mengetahui kondisi kerukunan antarumat beragama di Indonesia berdasarkan pengalaman kunjungan sebelumnya. Menurut dia, nilai toleransi beragama di Indonesia dipelihara dan dijaga secara konsisten. Nilai tersebut juga menjadi salah satu kesamaan yang mempererat hubungan Indonesia dan Jerman.
Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral menjadi simbol kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia. Pemerintah Jerman memandang upaya Indonesia menjaga toleransi dan keberagaman layak diapresiasi.

Terowongan silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Dok. Metrotvnews.com
| Baca Juga: Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral, Simbol Toleransi Umat Beragama |
Melalui kunjungan tersebut, Steinmeier ingin menunjukkan penghormatan terhadap keberagaman budaya dan keyakinan yang hidup di Indonesia. Isu kebudayaan dan toleransi menjadi bagian dari dialog bilateral kedua Kepala Negara.
Terowongan silaturahmi sepanjang 34 meter diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 12 Desember 2024. Terowongan tersebut kini menjadi salah satu simbol kerukunan umat beragama di Indonesia.
Akses Terowongan silaturahmi belum dibuka secara reguler untuk kunjungan wisata umum. Terowongan ini baru digunakan untuk kegiatan kenegaraan, kunjungan tamu penting, atau kegiatan tertentu yang dikoordinasikan dengan pengelola kedua rumah ibadah.