Saham AS Beragam: Nasdaq Paling Cuan, Dow Jones Malah Boncos

Ilustrasi Wall Street. Foto: Xinhua.

Saham AS Beragam: Nasdaq Paling Cuan, Dow Jones Malah Boncos

Husen Miftahudin • 28 January 2026 08:09

New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB) ditutup beragam. Indeks S&P 500 nyaris mencapai rekor penutupan tertinggi, hari kelima berturut-turut mengalami kenaikan dengan optimisme investor menjelang laporan pendapatan perusahaan-perusahaan besar yang diimbangi oleh penerimaan yang beragam.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 28 Januari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 408,99 poin, atau 0,83 persen, menjadi 49.003,41. Indeks S&P 500 bertambah 28,37 poin, atau 0,41 persen, menjadi 6.978,6. Indeks Nasdaq Composite meningkat 215,74 poin, atau 0,91 persen, menjadi 23.817,1.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir positif, dengan sektor teknologi dan utilitas memimpin kenaikan masing-masing sebesar 1,42 persen dan 1,25 persen. Sementara itu, sektor kesehatan dan keuangan memimpin penurunan masing-masing sebesar 1,66 persen dan 0,74 persen.
 
Pergerakan data ini membuat Nasdaq menyentuh level tertingginya sejak akhir Oktober dan S&P 500 juga menyentuh rekor tertinggi intraday dan mendekati angka 7.000, sekaligus menandai rekor penutupan tertinggi keempatnya sejauh ini di 2026.
 

Baca juga: Kepercayaan Konsumen AS Anjlok ke Level Terendah


(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
 

Kepercayaan konsumen AS sentuh level terendah

 
Di sisi lain, kepercayaan konsumen AS anjlok pada Januari 2026 ke level terendah dalam lebih dari satu dekade. Ini terjadi karena masyarakat AS semakin pesimis tentang ketegangan geopolitik, harga tinggi, dan dampak ekonomi dari kebijakan perdagangan, demikian dilaporkan The Conference Board pada Selasa.
 
Menurut hasil sementara survei bulanan yang dikeluarkan oleh The Conference Board, Indeks Kepercayaan Konsumen AS turun 9,7 poin dari Desember menjadi 84,5 pada Januari. Hal ini menandai angka terendah sejak Mei 2014 dan melampaui titik terendah yang tercatat selama puncak pandemi covid-19 pada 2020 lalu.
 
"Kepercayaan konsumen runtuh pada Januari, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran konsumen tentang situasi saat ini dan ekspektasi untuk masa depan. Kelima komponen indeks tersebut memburuk," ungkap Kepala Ekonom The Conference Board Dana Peterson.
 
Laporan tersebut menyoroti Indeks Ekspektasi, yang mengukur prospek jangka pendek konsumen terhadap pendapatan, kondisi bisnis, dan pasar tenaga kerja, turun 9,5 poin menjadi 65,1, jauh di bawah ambang batas 80 yang secara historis menandakan resesi akan segera terjadi. Indeks Situasi Saat Ini juga menurun secara signifikan, turun 9,9 poin menjadi 113,7.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)