Seorang pria ditangkap usai menggunakan vape berisi bahan berbahaya dan menyerang polisi yang sedang tak bertugas di Hong Kong. (AsiaOne / Social media/ Bryn)
Pria Ditangkap usai Gunakan Vape Berbahaya dan Serang Polisi di Hong Kong
Willy Haryono • 30 March 2026 14:05
Hong Kong: Seorang pria berusia 39 tahun ditangkap di Stasiun Wong Tai Sin, Hong Kong, pada Minggu, 29 Maret 2026, atas penggunaan rokok elektrik (vape) yang mengandung zat berbahaya serta menyerang polisi yang sedang tidak bertugas.
Dikutip dari AsiaOne, Senin, 30 Maret 2026, insiden terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat di dalam gerbong kereta. Polisi menyebut pria bermarga Wong ditegur oleh petugas karena menggunakan vape di dalam kereta.
Saat kereta tiba di stasiun, pelaku mencoba melarikan diri. Ia kemudian diduga melakukan perlawanan dan menyerang petugas yang berusaha menahannya.
Pelaku akhirnya berhasil diamankan dengan bantuan petugas Mass Transit Railway (MTR). Video yang beredar menunjukkan beberapa polisi menahan dan memborgol pelaku di lokasi.
Setelah ditangkap, pria tersebut terlihat kelelahan dan mengalami luka di bagian lutut. Polisi juga menyita satu alat vape dan dua pod yang diduga mengandung etomidate.
Pelaku kini menghadapi tuduhan penyerangan terhadap petugas dan kepemilikan narkotika berbahaya. Kepolisian menyatakan, “Barang bukti berupa vape dan pod yang diduga mengandung zat berbahaya telah diamankan.”
Di Hong Kong, penggunaan vape di transportasi umum dilarang dan dapat dikenakan denda. Selain itu, kepemilikan narkotika dan penyerangan terhadap polisi dapat berujung hukuman penjara.
Pemerintah Hong Kong juga memperketat aturan terkait rokok elektrik. Mulai 30 April, kepemilikan hingga distribusi produk sejenis akan dikenai sanksi yang lebih berat. (Keysa Qanita)