Ketegangan Meningkat, Kuba Siaga Hadapi Ancaman Militer Amerika Serikat

Suasana di Kuba di tengah ancaman serangan Amerika Serikat. Foto: Anadolu

Ketegangan Meningkat, Kuba Siaga Hadapi Ancaman Militer Amerika Serikat

Fajar Nugraha • 24 March 2026 12:10

Havana: Kuba meningkatkan kesiapsiagaan militernya menyusul kekhawatiran akan kemungkinan agresi militer dari Amerika Serikat di tengah memanasnya hubungan kedua negara.

Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Carlos Fernandez de Cossio mengatakan pihaknya saat ini tengah mempersiapkan segala kemungkinan, termasuk potensi serangan dari Washington.

“Militer kami selalu siap, dan saat ini sedang mempersiapkan kemungkinan agresi militer (AS). Kami akan naif jika tidak memperhatikan apa yang terjadi di dunia,” ujar Cossio dalam sebuah wawancara, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa 24 Maret 2026.

Meski demikian, ia berharap konflik tersebut tidak benar-benar terjadi dan menilai tidak ada alasan yang dapat membenarkan langkah militer terhadap Kuba.

“Mengapa pemerintah Amerika Serikat harus memaksa negaranya melakukan aksi militer terhadap negara tetangga seperti Kuba?” kata Cossio.

Ketegangan meningkat setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengkritik keras kepemimpinan Kuba, menyusul pemadaman listrik besar yang terjadi di negara tersebut.

Rubio menilai pemerintah Kuba tidak mampu mengatasi krisis nasional dan membutuhkan perubahan kepemimpinan.

“Kuba memiliki ekonomi yang tidak berjalan dan sistem pemerintahan yang tidak mampu memperbaikinya, sehingga harus berubah secara drastis,” ujar Rubio kepada wartawan di Gedung Putih.

Hubungan Amerika Serikat dan Kuba telah berlangsung tegang selama lebih dari enam dekade. Namun, tekanan dari Washington dilaporkan meningkat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan bahwa pejabat dari kedua negara telah melakukan pembicaraan langsung guna mencari solusi atas perbedaan yang ada.

Meski dialog terus berlangsung, situasi geopolitik antara kedua negara masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)