AS Sebut Kuba Tak Mampu Atasi Krisis Listrik Nasional

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Foto: Anadolu

AS Sebut Kuba Tak Mampu Atasi Krisis Listrik Nasional

Fajar Nugraha • 18 March 2026 18:38

Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan pemerintah Kuba tidak mampu mengatasi pemadaman listrik nasional yang melanda negara tersebut.

Ia menilai Kuba membutuhkan kepemimpinan baru untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan energi yang memburuk.

Rubio mengatakan, sistem ekonomi dan pemerintahan Kuba tidak berjalan dengan baik sehingga tidak mampu menyelesaikan krisis.

“Kuba memiliki ekonomi yang tidak berfungsi dan sistem pemerintahan yang tidak mampu memperbaikinya, sehingga harus berubah secara drastis,” ucapnya, dikutip dari media Anadolu, Selasa, 17 Maret 2026.

Ia juga menilai Kuba selama ini bertahan karena subsidi dari Uni Soviet dan Venezuela yang kini sudah tidak lagi tersedia. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah Kuba kesulitan karena tidak memiliki solusi untuk mengatasi krisis.

Di sisi lain, otoritas energi Kuba melalui Cuban Electric Union melaporkan sistem kelistrikan nasional mengalami kolaps total pada Senin. Pemerintah menyatakan upaya pemulihan listrik sedang dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah.

Krisis terjadi setelah kapasitas pembangkit listrik tidak mampu memenuhi kebutuhan nasional. Data menunjukkan pasokan listrik hanya sekitar 1.140 megawatt, sementara kebutuhan mencapai 2.347 megawatt sehingga memicu pemadaman luas di seluruh negeri.

Defisit energi sudah terjadi sejak sehari sebelumnya ketika permintaan listrik melampaui kapasitas produksi yang tersedia. Kondisi ini memperparah gangguan listrik dan menyebabkan pemadaman berskala nasional.

Situasi tersebut menegaskan tekanan besar yang dihadapi Kuba sebagai negara yang bergantung pada pasokan energi terbatas. Krisis listrik ini juga mencerminkan masalah struktural yang lebih luas dalam sektor ekonomi dan energi negara tersebut.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com