Sekjen PBB Kutuk Serangan di Lebanon yang Tewaskan Seorang Prajurit TNI

Sekjen PBB Antonio Guterres. (Anadolu Agency)

Sekjen PBB Kutuk Serangan di Lebanon yang Tewaskan Seorang Prajurit TNI

Willy Haryono • 30 March 2026 11:14

New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk serangan artileri ke markas pasukan penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon pada Minggu, yang menewaskan seorang personel TNI dan melukai satu lainnya.

Serangan ini terjadi di tengah aksi saling balas antara militer Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon.

"Saya sangat mengutuk insiden pada hari Minggu di mana seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL gugur di tengah konflik antara Israel dan Hizbullah,” ujar Guterres di akun media sosial X, Senin, 30 Maret 2026.

“Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya juga terluka parah dalam insiden yang sama,” sambungnya.

Guterres menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga, teman, dan rekan kerja penjaga perdamaian yang gugur, serta kepada Indonesia. Ia berharap penjaga perdamaian yang terluka dapat segera pulih. 

Menurut Guterres, ini merupakan salah satu dari sejumlah insiden terbaru di Lebanon yang membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian PBB.

“Saya menyerukan kepada semua pihak untuk menaati kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional serta setiap saat memastikan keselamatan dan keamanan personel serta aset dan fasilitas PBB,” pungkas Guterres.

Baca juga:  Seorang Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Kemlu Serukan Investigasi

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)