Rumah warga terendam banjir rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Sumber: BPBD Kabupaten Pati
Banjir Rob di Pati, BNPB: 127 KK dan 85 Hektare Tambak Terdampak
Lukman Diah Sari • 22 June 2026 21:45
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap bencana banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Sabtu sore, 20 Juni 2026. Banjir itu berdampak ke ratusan kepala keluarga (KK) hingga puluhan hektare lahan tambak.
"Banjir rob terjadi akibat kenaikan muka air laut yang disertai jebolnya tanggul laut di Kecamatan Tayu. Kondisi tersebut menyebabkan air laut melimpas ke daratan dan menggenangi kawasan permukiman warga serta area tambak di sekitarnya," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, pada Senin, 22 Juni 2026.
Abdul mengungkap dampak banjir rob terjadi di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu. Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 127 kepala keluarga (KK) terdampak.

Rumah warga terendam banjir rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Sumber: BPBD Kabupaten Pati
Selain berdampak pada aktivitas masyarakat, kata Abdul, banjir rob juga menimbulkan kerusakan pada sejumlah aset dan infrastruktur. Tercatat sekitar 73 unit rumah terdampak, kemudian sekitar 85 hektare lahan tambak terendam air laut.
"Genangan juga menutupi jalan desa sepanjang kurang lebih 2,3 kilometer sehingga mengganggu mobilitas warga. Di sisi lain, kerusakan tanggul menjadi faktor utama yang memperparah masuknya air laut ke kawasan permukiman dan tambak masyarakat," jelas dia.
Merespons kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) Kabupaten Pati bersama instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan asesmen dan pemantauan. BPBD Kabupaten Pati juga telah menyalurkan bantuan logistik pangan bagi warga terdampak serta mengalokasikan bantuan dana sebesar Rp60 juta untuk penanganan darurat tanggul yang jebol.
"Dukungan tambahan berupa geotekstil dari BPBD Provinsi Jawa Tengah turut diberikan guna membantu penanganan area tambak yang terdampak," ungkap Abdul.
Selain itu, petugas bersama masyarakat membangun tanggul sementara menggunakan karung berisi tanah pada titik-titik yang dianggap rawan. Upaya pengendalian rob juga dilakukan melalui pemasangan pipa pada aliran sungai menuju muara laut, serta pemasangan waring sebagai penanda batas tambak yang tanggulnya sudah tidak tampak akibat terendam air.
Meski kondisi mulai terkendali, menurut Abdul, sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan untuk mendukung penanganan dan pemulihan di lokasi terdampak. Kebutuhan tersebut antara lain bantuan logistik bagi warga, air minum kemasan, popok sekali pakai untuk balita dan lanjut usia, pembangunan kembali tanggul laut yang masih jebol, serta peninggian tanggul kritis yang berbatasan langsung dengan kawasan permukiman.
"Berdasarkan laporan terkini, genangan banjir rob di Desa Tunggulsari telah berangsur surut," ujar dia.