Ketua DPR Puan Maharani. Foto: Dok. Istimewa.
Profil Puan Maharani: Jejak Langkah Perempuan Pertama di Pucuk Pimpinan Parlemen
Fachri Audhia Hafiez • 22 December 2025 16:24
Jakarta: Nama Puan Maharani telah menjadi figur sentral dalam kancah politik nasional selama lebih dari satu dekade terakhir. Sebagai cucu Proklamator RI Bung Karno dan putri dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Puan mengukir sejarahnya sendiri sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Puan diberi penghargaan Wonder Mom Awards 2025 dalam rangka perayaan Hari Ibu Nasional ke-97 oleh Metro TV.
Ia dinobatkan sebagai Excellent Mom In Political Leadership atau seorang ibu yang luar biasa dalam kepemimpinan politik.
Garis Keturunan dan Pendidikan
Lahir dengan nama lengkap Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi pada 6 September 1973, ia tumbuh di lingkungan keluarga politikus yang kental. Puan menyelesaikan pendidikan dasarnya hingga menengah atas di Jakarta, sebelum akhirnya meraih gelar sarjana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia.
Karier politiknya dimulai secara resmi di PDI Perjuangan (PDIP). Puan perlahan meniti tangga organisasi, mulai dari Ketua DPP Bidang Politik dan Hubungan Antar-Lembaga hingga menjadi salah satu tokoh kunci pemenangan partai dalam berbagai kontestasi pemilu.

Politikus PDIP Puan Maharani. Foto: Dok. Istimewa.
Kehidupan Keluarga
Di balik sorotan kamera sebagai politisi tangguh, Puan adalah sosok istri dan ibu. Ia menikah dengan seorang pengusaha, Hapsoro Sukmonohadi atau akrab disapa Happy Hapsoro. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak.
Keduanya ialah Praba Diwangka Caraka Putra Soma dan Diah Pikatan Orissa Putri Hapsari (Pinka Hapsari). Pinka kini mulai mengikuti jejak Puan di dunia politik sebagai anggota DPR RI terpilih.
Rekam Jejak di Eksekutif dan Legislatif
Puan dikenal memiliki pengalaman yang komprehensif, baik di kursi legislatif maupun eksekutif. Dia menjabat anggota DPR periode 2009-2014.
Puan terpilih dengan perolehan suara yang signifikan dari Dapil Jawa Tengah V. Di periode ini, ia sempat menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan.
Puan juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) pada 2014-2019 atau periode pertama pemerintahan Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi). Ia tercatat sebagai salah satu menteri koordinator termuda dalam sejarah kabinet Indonesia.
Pada 2019, Puan mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang menduduki kursi Ketua DPR RI. Keberhasilannya mempertahankan kursi tersebut di periode 2024-2029, menegaskan posisinya sebagai politikus senior dengan pengaruh yang kuat.

Ketua DPR Puan Maharani. Foto: Dok. Istimewa.?
Fokus Kepemimpinan dan Diplomasi Internasional
Selama memimpin parlemen, Puan kerap menekankan pentingnya politik gotong royong. Ia aktif mengawal berbagai undang-undang krusial, mulai dari isu perlindungan perempuan dan anak hingga penguatan kesejahteraan sosial.
Di kancah internasional, Puan juga aktif dalam diplomasi parlemen. Ia dipercaya menjabat sebagai Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU) Assembly ke-144 di Bali pada 2022. Dia menyuarakan pentingnya kesetaraan gender dan aksi iklim global.
Menjaga Muruah Lembaga
Sebagai pimpinan lembaga legislatif, Puan seringkali menekankan bahwa DPR harus menjadi rumah rakyat yang inklusif. Meski kerap diterpa berbagai dinamika politik, Puan tetap konsisten menjaga soliditas internal parlemen dan menjalin komunikasi lintas fraksi demi tercapainya fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan yang optimal.
"Politik bukan sekadar kekuasaan, melainkan alat untuk mencapai kesejahteraan rakyat dan menjaga persatuan bangsa," kata Puan dalam Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat, 15 Agustus 2025.