Direktur Operasi Basarnas Laksamana TNI Bramantyo. Youtube BNPB
Update Hari ke-4 Penanganan Gempa NTT, 70 Meninggal
Whisnu Mardiansyah • 18 August 2026 16:51
Jakarta: Tim SAR gabungan mencatat 202 korban akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 70 orang meninggal dunia, sedangkan 132 lainnya mengalami luka-luka.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana TNI Bramantyo mengatakan, dari 132 korban luka, sebanyak 40 orang mengalami luka berat dan 92 lainnya luka ringan. Data tersebut merupakan hasil kompilasi hingga Senin, 17 Agustus pukul 23.30 Wita.
“Total korban adalah 202 orang, kemudian meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang. Yang kami catat kemudian, luka berat 40, luka ringan 92,” kata Bramantyo dalam pembaruan penanganan gempa NTT, Selasa, 18 Agustus 2026.
Memasuki hari keempat operasi, Basarnas mengarahkan tim SAR untuk melakukan penyisiran di sejumlah wilayah terdampak gempa.
Bramantyo mengatakan tidak ada lagi laporan warga yang masih dinyatakan hilang atau masuk dalam daftar pencarian. Kondisi tersebut membuat personel SAR di lapangan mengalihkan fokus untuk mendukung proses penyisiran dan pemulihan.
“Tidak ada lagi saudara-saudara mereka, tetangga, rekan, yang tercatat masih dalam pencarian. Sehingga tim SAR yang ada di lapangan kami fokuskan untuk membantu penyisiran dan membantu proses-proses pelaksanaan kegiatan pencarian dan pemulihan yang dilaksanakan oleh BNPB,” ujarnya.
Selain melakukan penyisiran, Basarnas memperkuat dukungan layanan kesehatan di wilayah yang mengalami dampak cukup parah dan sulit dijangkau, termasuk Lambaleda.
Sebanyak 40 tenaga medis dari Kodam IX/Udayana bersama relawan dikerahkan dari Kupang menuju Reo, Kabupaten Manggarai. Pergerakan tim medis dilakukan menggunakan pesawat Basarnas.
.jpeg)
Proses evakuasi pascagempa NTT. Foto: Dok. BNPB.
Basarnas juga mengoperasikan helikopter untuk mendukung pelayanan kesehatan di Lambaleda. Dalam dua penerbangan, tim tidak hanya menggeser tenaga kesehatan, tetapi juga mengevakuasi delapan warga menuju Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
Sementara itu, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan aktivitas gempa susulan masih menunjukkan kondisi fluktuatif. Hingga Selasa, tercatat 24 gempa susulan, dengan tujuh di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
“Aktivitas gempa masih fluktuatif, dan pola peluruhan belum terlihat jelas. Diperkirakan kondisi ini akan mulai stabil dalam dua sampai tiga minggu ke depan,” kata Berton.
Dengan tidak adanya laporan korban yang masih dalam pencarian, operasi Basarnas pada tahap berikutnya diarahkan pada penyisiran wilayah terdampak serta penguatan dukungan kemanusiaan, terutama untuk layanan kesehatan.