Polisi Duga Penyebab Kematian Calon Taruna Akpol Jatuh dari Lantai 3

Lokasi Gedung Hoegeng Akpol Semarang tempat diduga jatuhnya Cabhatar Akpol Semarang. MI

Polisi Duga Penyebab Kematian Calon Taruna Akpol Jatuh dari Lantai 3

Akhmad Safuan • 31 July 2026 19:34

Semarang: Polisi masih mendalami kasus meninggalnya Calon Bhayangkara Taruna (Cabhatar) Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Attar Mahattar Makkawang, 19, warga Makassar. Korban ditemukan dalam keadaan luka-luka dan kemudian dinyatakan meninggal.

Sementara ini, polisi menduga korban jatuh dari lantai 3 Gedung Hoegeng yang berada di kompleks Akpol Semarang. Tim gabungan dari Polda Jawa Tengah dan Satreskrim Polrestabes Semarang terus mengusut peristiwa ini.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan-rekan korban yang pertama kali menemukannya dalam kondisi terluka. Korban sempat dilarikan ke RS Akpol Semarang untuk mendapat pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

Berdasarkan keterangan polisi, peristiwa dilaporkan sekitar pukul 19.45 WIB pada Kamis, 30 Juli 2026. Kejadian berawal saat 340 taruna dan taruni mengikuti kegiatan peragaan drum operasional sejak sore.

Usai kegiatan, seluruh peserta kembali ke Gedung Hoegeng untuk membersihkan diri, salat, makan malam, dan mengikuti apel pengecekan sebagai persiapan pendidikan integrasi di Magelang.

 


Pada pengecekan pertama usai makan malam, seluruh peserta dinyatakan lengkap. Namun, saat pengecekan ulang sekitar pukul 19.00 WIB, pengasuh mendapati satu taruna tidak ada dalam barisan. Pencarian dilakukan di sekitar Gedung Hoegeng, lokasi terakhir mereka berkumpul.

Sekitar pukul 19.45 WIB, terdengar teriakan dari arah gedung tersebut. Korban Attar Mahattar Makkawang terlihat berada di atas tembok pembatas lantai tiga. Ia sempat kehilangan keseimbangan, lalu berusaha naik kembali, namun akhirnya jatuh.

"Korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis, namun tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Yuliyanto, Jumat, 31 Juli 2026.

Meskipun keluarga korban telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah, polisi tetap menjalankan proses penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden.

"Penyidik masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi, menggali keterangan teman-temannya yang menemukan dan mengetahui sebelumnya, maupun yang sempat berinteraksi dengan korban," ujar Yuliyanto.

Hingga saat ini, polisi belum dapat memastikan penyebab kejadian karena masih menunggu hasil pemeriksaan tim dokter yang menangani korban serta melakukan pemeriksaan secara mendalam.

"Kami belum dapat menyimpulkan penyebab luka di tubuh korban," imbuhnya.

(Whisnu M)