Pelatihan untuk siswa kejuruan. Foto: Istimewa
Siswa Kejuruan Diberi Pendidikan Vokasi agar Siap Masuk Industri
M Sholahadhin Azhar • 15 May 2026 18:37
Jakarta: Para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mendapatkan transfer pengetahuan serta keterampilan teknis, yang digunakan dalam industri infrastruktur telekomunikasi. Upaya ini dilakukan agar para siswa siap memasuki dunia industri ketika bekerja nanti.
Pemberian pengetahuan dan keterampilan teknis ini dilakukan dalam pendidikan vokasi oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG. Kegiatan yang ketiga kali ini dilakukan melalui pelaksanaan kunjungan industri siswa SMK Mutiara 17 Agustus Bekasi pada 27 April 2026.
"Kurikulum Unggulan TBIG dirancang untuk menjembatani kebutuhan industri dengan pembelajaran di sekolah. Kami ingin memastikan siswa memiliki keterampilan yang relevan, khususnya di bidang teknologi fiber optik dan operasional telekomunikasi,” kata Presiden Direktur TBIG, Herman Setya Budi, dalam keterangannya, Jumat, 15 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program Kurikulum Unggulan TBIG dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan kejuruan di Indonesia. Sebanyak 55 siswa dan delapan guru mengikuti pelatihan intensif selama satu hari penuh dengan pendampingan tenaga ahli dari internal TBIG.
Presiden Direktur TBIG, Herman Setya Budi, menegaskan pendidikan vokasi perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang dinamis. Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dan dunia pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang siap pakai.

Pelatihan untuk siswa kejuruan. Foto: Istimewa
“Kurikulum Unggulan TBIG dirancang untuk menjembatani kebutuhan industri dengan pembelajaran di sekolah. Kami ingin memastikan siswa memiliki keterampilan yang relevan, khususnya di bidang teknologi fiber optik dan operasional telekomunikasi,” kata Herman.
Ia juga menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen TBIG dalam menjalankan program tanggung jawab sosial. Hal itu, berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.