Pedagang Daging Sapi Pasar Kosambi Kota Bandung Mogok Berjualan

Sejumlah lapak pedagang daging sapi di Pasar Kosambi Bandung tutup. Metrotvnews.com/P Aditya Prakasa

Pedagang Daging Sapi Pasar Kosambi Kota Bandung Mogok Berjualan

P Aditya Prakasa • 18 May 2026 12:49

Bandung: Para pedagang daging sapi di Pasar Kosambi, Kota Bandung, melakukan aksi mogok sejak Minggu, 17 Mei 2026. Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab para pedagang daging sapi tersebut tidak berjualan.

Pantauan metrotvnews.com di lokasi, meja-meja beton yang biasanya penuh dengan gantungan daging sapi segar di los basahan Pasar Kosambi saat ini kosong. Para konsumen pun kecewa dan terpaksa beralih membeli daging ayam.

Kepala Unit Pasar Kosambi, Yayan Agustina, mengaku tidak mengetahui penyebab para pedagang daging sapi melakukan aksi mogok. Ia mengatakan, seluruh lapak pedagang daging sapi di wilayahnya terpantau tutup.

"Kami kurang tahu. Kami tahu mereka tidak jualan dari kemarin, Minggu 17 Mei 2026. Terus karena apa, kami kurang tahu, karena tidak ada pemberitahuan ke kantor unit," kata Yayan Agustina di Pasar Kosambi, Bandung, Senin, 18 Mei 2026.

Menurut Yayan, terjadi kenaikan harga beli di rumah potong hewan atau di tingkat distribusi utama. Kondisi ini membuat para pedagang di pasar kesulitan dan dilematis. Keluhan mengenai tingginya harga modal ini sudah dirasakan para pedagang sejak sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Keluhan tersebut sempat memicu serangkaian inspeksi mendadak (sidak) dari instansi terkait.
 


"Katanya (dari informasi yang beredar) ada kenaikan harga dari sananya. Tapi itu juga belum pasti. Kalau keluhan dari sebelum Lebaran, katanya dari sananya harga naik terus," kata Yayan.

Sebelum aksi mogok, harga daging sapi di Pasar Kosambi berada di angka Rp140.000 per kilogram untuk kualitas reguler. Sementara itu, daging dengan harga Rp160.000 per kilogram untuk kualitas premium yang sudah dibersihkan dari lemak atau filet.

"Rp140 ribu per kilogram. Terus yang paling Rp160 ribu karena sudah dibersihkan, enggak ada lemak dan lainnya. (Filet) Iya seperti itu. Tapi para pedagang daging sapi susah menaikkan harga, takut ditinggal oleh pelanggan," ucapnya.

Yayan menambahkan, pedagang daging sapi di Pasar Kosambi berjumlah tujuh orang yang menyewa sepuluh lapak. Ia tidak menampik aksi ini berdampak pada aktivitas belanja masyarakat. Banyak konsumen yang terpaksa pulang dengan tangan hampa atau beralih ke daging ayam.


Ilustrasi penyembelihan hewan kurban. dok Lampost

"Dampaknya kayak tadi banyak pembeli yang nyari pada pulang lagi. Tapi tadi saya sempat mengobrol sama pengunjung, mereka juga ada yang beralih ke daging ayam dulu. Kebetulan sekarang harga daging ayam sedang turun, Rp38 ribu per kilogram jenis broiler," jelas dia.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga yang hendak mencari daging sapi, Sutiah, 53, mengaku sangat kesulitan. Ia menyayangkan aksi mogok ini karena mengganggu pemenuhan kebutuhan keluarganya.

"Harusnya setiap hari ada. Kesulitan, tapi kalau ada mah enggak papa mahal juga walaupun berat juga. Harapannya sih harganya daging jangan terus-terusan naik," kata Sutiah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)