Kebakaran di Lereng Gunung Merapi Hanguskan 30 Hektare Lahan

Api di lereng Gunung Merapi diduga dipicu awanpanas. Dokumentasi/BPPTKG

Kebakaran di Lereng Gunung Merapi Hanguskan 30 Hektare Lahan

Ahmad Mustaqim • 24 September 2026 20:24

Yogyakarta: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Merapi telah menghanguskan puluhan hektare lahan. Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mencatat, luas area yang terbakar kini mencapai sekitar 30 hektare.

"Luasan diperkirakan 12 hektare kebakaran terbaru, sehingga total kebakaran diperkirakan 30 hektare," kata Kepala Balai TNGM, Tutut Heri Wibowo pada Kamis, 24 September 2026. 

Kebakaran terbaru terdeteksi di Blok Gentong, Srumbung, yang berada di wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional Gunung Merapi Kabupaten Magelang, pada 22 September 2026. Tim pemantau menemukan titik api dan segera bergerak untuk melakukan pemadaman.


"Pada hari Selasa, 22 September 2026 Team Patroli Vulkanik menemukan adanya titik api di Blok Gentong, Srumbung, SPTN 2 Magelang pada jam 13.30 WIB. Team TNGM jam 14.00 WIB meluncur ke Lokasi kebakaran dan dibantu oleh beberapa unsur terkait," ujarnya. 

Personel dari BPBD Magelang, Damkar Magelang, Polres Magelang, Polsek Srumbung, Koramil Srumbung, masyarakat sekitar, serta Balai TNGM turut terlibat dalam upaya pemadaman. Sekitar 70 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.


Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran. (Metro TV/ Lorien Nurajay Oxa)


Sarana yang digunakan untuk memadamkan titik api antara lain dua unit tangki air milik BPBD, Slip On TNGM, serta sejumlah peralatan lainnya. Pada malam hari api telah berhasil dipadamkan, namun bara api pada pepohonan pinus masih belum sepenuhnya padam.

Tim gabungan kembali turun ke lokasi kebakaran pada Rabu, 23 September 2026. Saat itu, masih ditemukan dua titik api yang terus membesar akibat hembusan angin. Upaya pemadaman pun terus dilakukan dengan melibatkan sekitar 100 personel.

"Hari ini 24 September 2026 tim masih akan turun ke lokasi dengan agenda mopping up dengan menyisir dan mendinginkan sisa-sisa bara api atau titik panas untuk memastikan api benar-benar padam secara total," ungkap dia.

(Silvana Febiari)