11 Guguran Lava Pijar Meluncur dari Gunung Merapi ke Arah Magelang

Gunung Merapi menunjukkan aktivitas vulkanik berupa guguran lava pijar. (Metro TV/ Lorien Nurajay Oxa)

11 Guguran Lava Pijar Meluncur dari Gunung Merapi ke Arah Magelang

Metro TV • 22 September 2026 13:19

Magelang: Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik berupa guguran lava pijar pada Selasa, 22 September 2026. Sebanyak 11 guguran lava pijar teramati meluncur ke arah barat daya atau wilayah Kabupaten Magelang dalam 12 jam terakhir.

Berdasarkan data pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang diterima Pusdalops Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Magelang, empat guguran lava pijar terjadi pada pukul 00.00-06.00 WIB. Sementara tujuh guguran lainnya teramati pada pukul 06.00-12.00 WIB.

"Berdasarkan laporan yang kami terima dari BPPTKG sejak 12 jam terakhir telah terjadi 11 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter ke arah barat daya," kata Petugas Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Magelang Rian Kurniawan di Magelang, Selasa, 22 September 2026. 


Gunung Merapi masih berstatus Level III atau Siaga. Dalam 12 jam terakhir, tercatat gempa guguran dan gempa hybrid yang menunjukkan suplai magma masih berlangsung.

Hingga Selasa siang, belum ada laporan dampak hujan abu di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Kabupaten Magelang. Aktivitas warga di lereng Merapi juga masih terpantau aman dan kondusif.

"Aktivitas masyarakat sampai siang hari ini terpantau aman dan kondusif," ujar Rian.


Gunung Merapi menunjukkan aktivitas vulkanik berupa guguran lava pijar. (Metro TV/ Lorien Nurajay Oxa)


BPBD mengimbau masyarakat di lereng Merapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Potensi bahaya guguran lava dan awan panas dapat terjadi di sektor selatan-barat daya hingga 7 kilometer dan sektor tenggara hingga 5 kilometer dari puncak Merapi.

Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi resmi dan tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya, termasuk dalam radius 3 kilometer dari puncak Merapi.

"Imbauan kepada masyaraakat khususnya di wilayah KRB wilayah Merapi untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dan mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan BPPTKG untuk tidak melakukan aktivitas di area bahaya puncak Merapi," ungkap Rian. (Lorien Nurajay Oxa)

(Silvana Febiari)