Upacara Peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau tahun 2026 di halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kepri, Kamis, 24 September 2026. (Dok. DISKOMINFO KEPRI)
Genap 24 Tahun, Gubernur Ansar Tegaskan Semangat Kebersamaan Membangun Kepri
Duta Erlangga • 25 September 2026 11:59
Tanjungpinang: Memasuki usia ke-24 tahun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan tekadnya untuk terus membangun daerah yang maju, makmur, dan merata. Upaya pembangunan tersebut berakar kokoh pada kekuatan sejarah, kekayaan budaya Melayu, serta soliditas kolaborasi antar-elemen masyarakat.
Semangat kebersamaan itu digaungkan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau di Halaman Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Kamis, 24 September 2026. Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura bertindak sebagai pembaca visi dan misi daerah, Kepala Satpol PP Kepri Guntur Sakti sebagai perwira upacara, serta Sekretaris Dispora Kepri Muhammad Frengki sebagai komandan upacara.
Dalam pidatonya, Gubernur Ansar menekankan bahwa perayaan hari jadi ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
"Momentum ini merupakan refleksi bersama atas perjalanan panjang dan menuntut kita untuk senantiasa bergandengan tangan, memperkuat kebersamaan, serta mengesampingkan perbedaan demi merawat amanah negeri," ujar Ansar saat menjadi inspektur Upacara Peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepri di Halaman Gedung Daerah, Kamis, 24 September 2026.
Mengusung tema “Dari Penyengat Menyatukan Semangat, Kepri Maju Berkelanjutan”, Gubernur Ansar mengingatkan pentingnya menjaga nilai marwah dan cita-cita luhur para pejuang. Terutama saat mengabdi di setiap jengkal karang maupun gugusan pulau di Kepri.
Sebagai penutup amanatnya, Ansar mengutip adagium sarat makna dari Gurindam XII. sebagai pesan moral agar setiap insan mendedikasikan karya dan kebajikan bagi kemajuan daerah. "Hendaklah berjasa, kepada yang sebangsa," tegas Ansar.
Realisasi program dan penguatan ekonomi
Demi mewujudkan pemerataan, Pemprov Kepri secara berkelanjutan merealisasikan berbagai program strategis di berbagai bidang. Pada sektor kebudayaan dan keagamaan, pemerintah daerah merancang penataan serta pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, memberangkatkan 50 muballigh ke pulau-pulau terluar, menyalurkan bantuan bagi 237 rumah ibadah, serta menyerahkan insentif keagamaan kepada 13.348 penerima manfaat.Di sektor pendidikan dan kesehatan, kepedulian diwujudkan melalui penyediaan fasilitas Rumah Singgah di Batam dan Jakarta, program bantuan Jamkesda, perbaikan sarana sekolah, penyediaan SPP gratis, hingga dukungan transportasi siswa di jalur darat maupun laut. Di samping menyalurkan beasiswa bagi 1.212 mahasiswa, Pemprov Kepri juga mendanai bantuan biaya pendidikan bagi 58 dokter spesialis dan subspesialis untuk memperkuat kualitas layanan kesehatan daerah.
Dukungan nyata bagi sektor ekonomi dan kesejahteraan rakyat turut berjalan beriringan. Melalui skema subsidi margin bunga nol persen, tercatat pembiayaan sebesar Rp56,1 miliar telah mengalir ke 2.126 pelaku UMKM sejak November 2021 hingga Agustus 2026. Di sisi infrastruktur dasar, program Kepri Terang hingga Desember 2025 telah mengalirkan listrik bagi 14.340 rumah tangga di tujuh kabupaten dan kota.

Gubernur Ansar Ahmad bertindak selaku inspektur upacara. Dalam amanahnya Gubernur Ansar menyampaikan berbagai capaian Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. (Enji/DISKOMINFO KEPRI)
Indikator makro dan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatra
Rangkaian kebijakan terpadu tersebut membuahkan hasil nyata pada berbagai indikator makro. Pertumbuhan ekonomi Kepri pada Triwulan II 2026 tercatat melesat 6,99 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian impresif ini menempatkan Kepulauan Riau di peringkat pertama se-Sumatra sekaligus urutan ketiga secara nasional.Kualitas hidup masyarakat juga terus meningkat, tecermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 sebesar 80,53 poin, yang memuncaki wilayah Sumatra dan menempati ranking ketiga nasional. Sejalan dengan itu, tingkat kemiskinan per Maret 2026 berhasil ditekan hingga ke angka 4,09 persen, menjadi catatan terendah Kepri sejak 2021.
Arus modal pun mengalir deras dengan realisasi investasi Semester I 2026 yang menembus Rp40,38 triliun. Angka ini setara 168 persen dari target daerah sebesar Rp24,10 triliun, sekaligus melunasi 94,32 persen dari target nasional semester pertama senilai Rp42,81 triliun.
Keberhasilan pembangunan sosial dan lingkungan Kepri juga terlihat pada Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 yang meraih skor 83,68 poin di posisi ketujuh nasional, Indeks Pembangunan Kebudayaan 2025 sebesar 60,34 poin di atas rata-rata nasional, rasio elektrifikasi yang mencapai 99,45 persen, serta raihan peringkat pertama nasional pada Indeks Pembangunan Pemuda 2024 dengan 69,65 poin.
Raihan 112 Penghargaan dan Apresiasi Prestasi Daerah
Kinerja komprehensif ini mengantarkan Kepulauan Riau merengkuh total 112 penghargaan berskala nasional dan internasional. Sejumlah prestasi prestisius di antaranya penetapan tradisi pantun sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO, raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 16 kali berturut-turut dari BPK RI pada 2025.Kepri juga merahih posisi ketiga nasional kategori pemerintah provinsi dalam penilaian Monitoring Center for Prevention (MCP) atau Indeks Pencegahan Korupsi Daerah dari KPK tahun 2024.
"Capaian pembangunan yang telah diraih menghadirkan perspektif secara objektif dengan meraih 112 penghargaan nasional dan internasional," kata Ansar.
Sebagai wujud apresiasi internal pada peringatan hari jadi ini, Pemprov Kepri menyerahkan penghargaan kepada 25 pihak berprestasi yang dinilai berkontribusi besar bagi Kepri. Mulai dari kontribusi pembangunan daerah hingga pengungkapan kasus peredaran narkoba.
Momentum HUT ke-24 ini turut diwarnai penyerahan bantuan keuangan khusus bagi lima pemerintah kabupaten dan kota guna mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kepulauan Riau.