IHSG Dibuka Turun ke Level 6.364

Ilustrasi. Foto: Dok MI

IHSG Dibuka Turun ke Level 6.364

Eko Nordiansyah • 24 September 2026 09:23

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami pelemahan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis, 24 September 2026, IHSG berada di zona merah sebesar 6.364,976.

IHSG dibuka melemah 9,93 poin atau 0,16 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,55 poin atau 0,40 persen ke posisi 630,63.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.15 WIB, IHSG melemah sebanyak 19,584 poin setara 0,31 persen ke level 6.355,328. IHSG berada di level tertinggi 6.368 dan terendah di 6.331.

Sebanyak 213 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 304 saham emiten lainnya melemah, dan 184 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp1,275 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 3,517 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp11.141,043 triliun.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

IHSG diperkirakan cenderung mixed

Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 23 September 2026, IHSG ditutup menguat 97,87 poin atau 1,56 persen ke level 6.374,91.

Penguatan IHSG seiring langkah Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75 persen, sehingga memberi kepastian bagi pasar dan mendorong aksi beli, khususnya pada saham bank, konsumer, energi, dan material dasar.

Sentimen positif juga datang dari mayoritas bursa Asia serta meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah yang menekan harga minyak dunia.

Namun, penguatan masih dibayangi aksi jual asing sekitar Rp461,35 miliar, sehingga kenaikan IHSG lebih mencerminkan rebound setelah penurunan tajam sebelumnya daripada perubahan total tren pasar.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari Dow Jones turun 0,68 persen, S&P 500 melemah 0,75 persen, dan Nasdaq terkoreksi 1,13 persen.

Pelemahan tersebut karena data PMI manufaktur dan jasa AS yang lebih kuat dari perkiraan memicu kekhawatiran inflasi, sehingga imbal hasil Treasury 10 tahun AS melonjak ke sekitar 5,13 persen, level tertinggi sejak 2007.

Kenaikan yield membuat pasar memperkirakan The Fed masih dapat menaikkan suku bunga lagi, termasuk pada Oktober. Hal ini menyebabkan saham-saham teknologi dan saham yang valuasinya tinggi paling tertekan.

“Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed dengan adanya ruang penguatan terbatas,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.

(Eko Nordiansyah)