Jenderal Suyudi Ario Seto (kiri) dan Komjen Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Kapolri dan Wakapolri oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana, Negara, Jakarta, Kamis (1/10/206). (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Fathur Rochman).jpg
Kompolnas Harap Kapolri Baru Lanjutkan Program Digitalisasi hingga PPA
Achmad Zulfikar Fazli • 1 October 2026 17:09
Jakarta: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) berharap Kapolri baru Jenderal Suyudi Ario Seto dapat melanjutkan program Kapolri sebelumnya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Mulai dari program digitalisasi hingga penguatan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
"Yang paling penting dalam konteks kepemimpinan beliau nanti, yang pertama memang melanjutkan apa yang dilakukan oleh Pak Jenderal Listyo Sigit," kata anggota Kompolnas Mohammad Choirul Anam di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurut dia, program pertama yang harus dilanjutkan adalah pelayanan kepada masyarakat melalui digitalisasi. Dia menilai program digitalisasi sangat memudahkan masyarakat sehingga penting untuk diperkuat.
Berikutnya adalah program-program terkait dengan pelayanan Polri bagi masyarakat disabilitas. "Beberapa langkah yang sudah dibangun Pak Listyo Sigit soal disabilitas melalui tindakan affirmative action, baik menjadi bagian dari kepolisian maupun pelayanan kepolisian kepada kelompok disabilitas, kalau bisa memang diperkuat," kata Anam.
Kemudian, program penguatan pengawasan personel, baik secara internal maupun eksternal. Menurut dia, dari sisi internal, Polri harus memperkuat Divisi Propam melalui mekanisme sanksi yang tegas dan pengawasan internal agar tidak ada lagi pelanggaran.
.jpg)
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Foto- Metrotvnews.com/Gabriella Thesa Widiari
Dari sisi pengawasan eksternal, Kompolnas harus diperkuat menggunakan skema dari rekomendasi Komite Percepatan Reformasi Polri (KPRP). Selain itu, harus ada terobosan untuk ruang pengawasan publik.
Anam mengatakan Kapolri baru harus memberikan perhatian khusus terhadap isu perempuan dan anak dengan memperkuat Direktorat PPA hingga ke tingkat Polres.
"Zamannya Listyo Sigit itu ada penguatan PPA di Polda-Polda yang masih terbatas, dan itu bisa dilanjutkan agar semua Polda bisa memilikinya. Bahkan tidak hanya level Polda, bahkan level Polres sehingga merata kebutuhannya," kata Anam.
Anam meyakini Suyudi sebagai Kapolri baru mampu melanjutkan program-program Polri sebelumnya dan memperkuat program hingga makin konkret.
"Kami mendukung itu dan kami percaya bahwa pemilihan Kapolri telah melalui mekanisme kapabilitas oleh Pak Presiden," ucap Anam.
Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Istana Negara, Jakarta. Selain itu, Komjen Wahyu Hadiningrat dilantik menjadi Wakapolri menggantikan Komjen Dedi Prasetyo.
Suyudi sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Dia ditunjuk sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Listyo Sigit Prabowo dan mendapat persetujuan DPR dalam rapat paripurna.
Sementara itu, Wahyu Hadiningrat sebelumnya menjabat Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena) Polri. Pergantian tersebut merupakan bagian dari perubahan sejumlah jabatan dalam pemerintahan.