Kreator Harus Perluas Pasar Internasional, Korea Selatan Bisa Jadi Pilihan

Ilustrasi Content Creator. Foto: Pexels

Kreator Harus Perluas Pasar Internasional, Korea Selatan Bisa Jadi Pilihan

Muhamad Marup • 2 October 2026 19:03

Jakarta: Kreator konten atau content creator Indonesia harus mulai memperluas pasar internasional. Kemudahan akses saat ini harus bisa dimanfaatkan untuk memperluas kolaborasi lintas negara.

"Saya merasa dunia sekarang semakin terbuka dan kesempatan untuk belajar maupun bekerja tidak hanya ada di satu negara," ujar kreator konten, Faishal Hikam Ramdan Suhendar, dalam keterangan tertulisnya.

Faishal saat ini juga tengah menjadikan Korea Selatan sebagai negara tujuan utama untuk mengembangkan karier kontennya ke skala internasional. Keputusannya itu membuat pemilik akun @ikamm.rs kelompok pembuat konten Indonesia yang mulai memperluas basis kerja ke luar negeri, bukan semata memperbesar jumlah pengikut di dalam negeri.

Ia mengungkapkan, keputusan memperluas basis kerja didasarkan pada perubahan cara industri konten beroperasi. Menurutnya, kolaborasi lintas negara kini berjalan lebih mudah, sementara audiens semakin terbiasa menonton karya dari berbagai bahasa dan budaya.

Kondisi itu membuka ruang bagi kreator Indonesia untuk membangun karier tanpa harus terikat pada satu pasar. Ia menilai kreator yang menunda memperluas jangkauan berisiko tertinggal dari perubahan tersebut.

"Terutama pada format konten yang berkembang cepat di kawasan Asia Timur dan menuntut pemahaman budaya setempat agar karya tetap terasa relevan bagi penontonnya," jelasnya.

Korea Selatan dapat menjadi pilihan bagi para kreator untuk memperluas pasar internasional. Bagi Faishal sendiri, ia merasa cocok dengan lingkungan dan ritme kerja di sana.

Ketertarikannya pada budaya populer Korea tumbuh sejak 2019 dan berkembang menjadi minat yang lebih luas pada ekosistem produksi konten, mulai dari cara tim kreatif menyusun jadwal hingga cara mereka menjaga hubungan dengan audiens. Ia tetap membuka peluang menjajaki negara lain sesuai kesempatan yang tersedia.

"Saya sudah beberapa kali berkunjung ke sana dan merasa cocok dengan lingkungan, budaya, serta perkembangan industri kreatifnya. Tetapi saya juga tidak menutup kemungkinan untuk mengeksplorasi negara lain," ucapnya.

kreator konten, Faishal Hikam Ramdan Suhendar. Dok: Istimewa

Bukan Jalan Pintas

Faishal mengingatkan kreator muda agar tidak membaca langkah semacam ini sebagai jalan pintas. Setelah lebih sering bepergian dan bertemu orang dari berbagai negara, ia menyadari tinggal di negara lain tidak otomatis membuat hidup lebih mudah.

Perbedaan budaya, kendala bahasa, biaya hidup, rasa kesepian, dan proses adaptasi menjadi tantangan yang harus dihitung sejak awal. Menurutnya, butuh persiapan mencakup kemampuan teknis, rencana keuangan, penguasaan bahasa dasar, serta alasan yang jelas mengapa seseorang memilih berangkat.

"Kalau ada kesempatan untuk belajar, bekerja, atau membangun koneksi di luar negeri, menurut saya tidak ada salahnya mengambil kesempatan itu, tentunya dengan persiapan yang matang dan tetap memahami risiko serta realitanya," imbuhnya. Yang membuat langkah Faishal Hikam menarik untuk dicermati bukan negara tujuannya, melainkan cara ia menyusun rencana karier di atas pengalaman dan kesiapan, bukan di atas tren yang sedang ramai. Industri konten Indonesia terus tumbuh dan mulai bersinggungan dengan pasar kawasan, sementara kolaborasi lintas negara semakin sering terjadi pada skala kreator perorangan.

"Selama kreator muda membawa persiapan yang sepadan dengan ambisinya, perjalanan seperti ini layak dibaca bukan semata sebagai kisah perpindahan, tetapi juga sebagai perluasan kapasitas talenta kreatif Indonesia," tuturnya.

(Muhamad Marup)