BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Petir Guyur Sejumlah Wilayah Malut

Cuaca hujan di Ternate, Maluku Utara. ANTARA/HO-BMKG Ternate

BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Petir Guyur Sejumlah Wilayah Malut

Silvana Febiari • 13 October 2026 18:18

Ambon: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Maluku Utara (Malut). Hujan tersebut berpotensi disertai petir dan angin kencang.

Prakirawan Cuaca BMKG Sultan Baabullah Ternate Justia P.D. Galensong mengatakan potensi cuaca buruk tersebut diprakirakan terjadi sejak pagi hingga pukul 08.00 WIT dan dapat meluas ke sejumlah wilayah.

“Berdasarkan pembaruan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan pukul 04.30 WIT, hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi mulai pukul 05.00 WIT,” kata Justia, dilansir dari Antara, Selasa, 13 Oktober 2026. 


Pada pagi hari, wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut meliputi Galela, Tobelo, Jailolo, Ternate, Tidore, Maba, Weda, dan Pulau Gebe. 

Di Kabupaten Halmahera Barat, potensi cuaca buruk meliputi Kecamatan Sahu dan Jailolo Selatan. Sementara di Kabupaten Halmahera Tengah, wilayah yang berpotensi terdampak adalah Pulau Gebe dan Patani Timur.

Di Kabupaten Halmahera Utara, potensi cuaca buruk diprakirakan terjadi di Malifut, Tobelo Timur, Tobelo Barat, Kao Utara, dan Kao Teluk. Adapun di Kabupaten Halmahera Timur, wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Maba, Maba Selatan, Maba Tengah, Maba Utara, dan Kota Maba.

“Adapun di Kota Ternate, wilayah yang berpotensi terdampak mencakup Kecamatan Pulau Ternate, Ternate Selatan, Ternate Utara, dan Ternate Tengah. Peringatan dini juga mencakup wilayah Tidore Selatan dan Kota Tidore Kepulauan,” ujarnya.

Potensi hujan sedang hingga lebat pada siang hingga sore hari juga dapat terjadi di Morotai, Galela, Tobelo, Ibu, Jailolo, Ternate, Tidore, Oba, Maba, Weda, Patani, Gebe, Gane, Bacan, dan Obi.

Potensi cuaca buruk dapat meluas ke sejumlah wilayah lain, antara lain Jailolo, Loloda, Ibu, Tabaru, Ibu Selatan, Sahu Timur, Patani, Weda Utara, Patani Utara, Weda Tengah, Patani Barat, dan Weda Timur.

Di Halmahera Utara, perluasan potensi cuaca buruk dapat terjadi di Tobelo, Tobelo Selatan, Kao, Tobelo Tengah, dan Kao Barat. Sementara di Halmahera Timur, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Wasile, Wasile Selatan, Wasile Tengah, Wasile Utara, dan Wasile Timur.

Di Kota Tidore Kepulauan, potensi cuaca buruk dapat meluas ke Tidore, Oba Utara, Tidore Utara, Oba Tengah, dan Tidore Timur.


Ilustrasi hujan. Foto: Pexels


Selain potensi hujan, BMKG memprakirakan suhu udara di Maluku Utara berkisar 26–32 derajat Celsius dengan kelembapan udara 70–100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 10–45 kilometer per jam, sedangkan tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar 0,25–1,5 meter.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan peningkatan tinggi gelombang. Kondisi ini disebabkan bertambahnya kecepatan angin serta penurunan jarak pandang akibat cuaca buruk maupun kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan.

“Masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan cuaca ekstrem, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, petir, angin kencang, serta kemungkinan dampak yang ditimbulkannya,” ucapnya.

Pengguna transportasi laut, khususnya nelayan dan operator kapal, juga diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum melakukan pelayaran.

(Silvana Febiari)