Prabowo Instruksikan Penanganan Khusus Karhutla di Tanjung Puting

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Prabowo Instruksikan Penanganan Khusus Karhutla di Tanjung Puting

Gabriella Thesa Widiari • 13 October 2026 07:49

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, mendapatkan perhatian khusus. Ia menegaskan bahwa kawasan Tanjung Puting harus dijaga secara serius.

Hal itu disampaikan saat memimpin rapat perkembangan penanganan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 12 Oktober 2026. Dalam rapat tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa kebakaran baru ditemukan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dengan luas sekitar 513,89 hektare.

"Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu taman nasional," ujar Prabowo, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 13 Oktober 2026.

Ia kembali menekankan pentingnya memperkuat keberadaan polisi hutan untuk menjaga kawasan konservasi di seluruh Indonesia. Kepala Negara meminta penambahan jumlah dan kapasitas personel dilakukan secara bertahap agar upaya pencegahan kebakaran lebih efektif.

“Karena itu tolong sampaikan ke MenPANRB, kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita,” kata Prabowo.

Presiden juga meminta Polri ikut terlibat aktif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia para penjaga hutan tersebut. Langkah kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat kesiapan personel di lapangan.

“Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan,” ujar Prabowo.

Selain itu, Kepala Negara juga menerima laporan dari Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin terkait kondisi lapangan di Tanjung Puting. Dilaporkan bahwa lokasi kebakaran berada di kawasan rawa dan sulit dijangkau kendaraan.

Oleh karena itu, dibutuhkan pompa air berukuran kecil untuk mendukung pemadaman yang jumlahnya sekitar 50 pompa air. Prabowo merespons cepat kebutuhan alat pemadam dengan melipatgandakan alokasi bantuan pompa air.

“Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200,” ujar Prabowo.


Ilustrasi karhutla. Foto: ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Selain pompa, tim di lapangan membutuhkan pengeboran air tanah dangkal sedalam 10 hingga 15 meter untuk mengoptimalkan sumber air di area rawa. Presiden langsung menyetujui anggaran untuk pembuatan 200 titik sumur bor.

“Saya kirim Rp2 miliar, 200 titik,” kata Prabowo.

Kepala Negara meminta proses pembuatan titik bor tersebut turut melibatkan dan memberdayakan masyarakat setempat. Penanganan cepat di lapangan ini diharapkan berjalan sejajar dengan langkah pencegahan agar titik api tidak kembali meluas.

(Gabriella Thesa Widiari)