Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan bantuan bedah rumah kepada warga kurang mampu di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (3/11/2026). ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim
Lewat Program Rutilahu, Pemprov Jatim Renovasi Rumah Warga Kurang Mampu di Probolinggo
Whisnu Mardiansyah • 4 November 2026 21:52
Probolinggo: Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi keluarga kurang mampu di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan perbaikan rumah melalui program Rutilahu tidak hanya berfokus pada kondisi fisik bangunan. Aspek keamanan, sanitasi, dan kesehatan lingkungan juga menjadi perhatian dalam proses renovasi.
"Program Rutilahu tidak sekadar berorientasi pada perbaikan fisik bangunan. Lebih dari itu, renovasi harus memperhatikan kelayakan hunian secara menyeluruh, mulai dari kekuatan bangunan, keamanan, ketersediaan sanitasi, hingga kesehatan lingkungan tempat tinggal," kata Khofifah, seperti dilansir Antara, Rabu, 4 November 2026.
Khofifah menyampaikan hal itu saat mengunjungi rumah warga penerima bantuan di Kelurahan Patokan. Dalam kunjungan tersebut, ia berbincang dengan Musripa, 51, yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi bangunan rusak pada sejumlah bagian.
Kunjungan itu turut dihadiri Bupati Probolinggo Muhammad Haris dan perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur. Selain memantau pelaksanaan program, Khofifah juga memberikan dukungan kepada keluarga penerima bantuan.
Musripa tinggal bersama suaminya yang bekerja sebagai tukang becak dan anaknya yang mengalami disabilitas intelektual. Keterbatasan penghasilan keluarga membuat mereka kesulitan memperbaiki rumah secara mandiri. Kondisi tempat tinggal tersebut antara lain ditandai dengan atap yang jebol dan kamar mandi yang tidak layak.
Bantuan renovasi untuk setiap penerima berasal dari kerja sama BAZNAS Provinsi Jawa Timur sebesar Rp20 juta dan BAZNAS Kabupaten Probolinggo sebesar Rp5 juta. Dengan demikian, total bantuan yang diterima mencapai Rp25 juta.
Khofifah mengatakan pemerintah berupaya memastikan perbaikan rumah mencakup berbagai aspek kelayakan, termasuk kondisi bangunan dan fasilitas sanitasi.
"Pemerintah terus menghadirkan hunian yang layak, sehat, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Bagaimana kondisi bangunannya, apakah sanitasinya memadai atau tidak, kami upayakan hal tersebut," katanya.
Menurut Khofifah, rumah merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat. Hunian tidak hanya menjadi tempat berlindung, tetapi juga ruang bagi keluarga untuk beristirahat dan menjalankan aktivitas sehari-hari dalam kondisi sehat serta nyaman.

Ilustrasi perumahan. Foto: dok MI.
Karena itu, pemenuhan kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan perlu terus mendapat perhatian. Program Rutilahu diharapkan dapat membantu warga memiliki tempat tinggal yang lebih aman sekaligus mengurangi risiko kesehatan dan keselamatan akibat kondisi bangunan yang tidak memadai.
"Tentu harapannya kebutuhan dasar masyarakat terkait rumah layak huni terutama untuk warga miskin di Jawa Timur dapat terpenuhi," katanya.
Khofifah juga mendorong perluasan jangkauan program melalui kerja sama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan BAZNAS. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar bantuan renovasi dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan.
Ia berharap pekerjaan renovasi dapat diselesaikan sesuai target. Meski demikian, percepatan pengerjaan harus tetap diimbangi dengan kualitas pembangunan agar rumah hasil perbaikan memenuhi aspek keamanan dan kenyamanan.
Sementara itu, Musripa menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur Khofifah serta bantuan renovasi rumah yang didukung BAZNAS Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Probolinggo.
"Bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi kami untuk dapat tinggal di rumah yang lebih aman dan nyaman. Saya bersyukur karena renovasi rumah yang selama ini sulit diwujudkan kini dapat segera dilakukan berkat dukungan berbagai pihak," ujarnya.