Kementerian PU Bergerak Cepat Tangani Longsor di Jatim dan Bali

Penanganan longsor. (Kementerian PU)

Kementerian PU Bergerak Cepat Tangani Longsor di Jatim dan Bali

Lukman Diah Sari • 3 November 2026 22:37

Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani longsor di beberapa titik Jalan Nasional Turen–Batas Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin pagi, 2 November 2026, yang dipicu hujan lebat dalam beberapa hari terakhir. Lokasi terdampak berada di antara KM 13 hingga dan KM 33.

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya Kementerian PU menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan bencana di berbagai daerah. Kecepatan respons diperlukan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap infrastruktur dan layanan dasar di tengah kondisi bencana.

“Begitu terjadi bencana, kita harus segera bergerak di lapangan. Yang utama adalah memastikan akses masyarakat tetap terlayani," kata Dody, Selasa, 3 November 2026, dalam rilis resmi.


Penanganan longsor. (Kementerian PU)

Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Kementerian PU telah menurunkan tim penanganan beserta alat berat untuk membersihkan material longsoran di lokasi terdampak sebagai upaya penanganan darurat. Hingga Selasa, 3 November 2026, ruas jalan Turen–Lumajang tersebut kembali fungsional.

Selain pembersihan material, tim penanganan BBPJN Jatim–Bali juga memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah titik rawan longsor sebagai langkah antisipasi untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Kementerian PU juga menyiapkan langkah lanjutan melalui usulan penanganan permanen pada Tahun Anggaran (TA) 2027. 

Selain longsor, hujan lebat di Lumajang juga memicu banjir lahar dingin Gunung Semeru. Hasil identifikasi awal Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mencatat kerusakan pada tanggul beton pengendali banjir (proyek VDRRSL S4 KD 3), pengikisan (scouring) pada tiga bangunan sabo dam, serta kerusakan tanggul sungai di bawah jembatan gantung. Personel dan alat berat telah disiagakan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejali dan Sungai Regoyo.

Inventarisasi lebih lanjut terus dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan pada masing-masing lokasi. BBWS Brantas segera memobilisasi alat berat, termasuk kesiapan personel tanggap darurat dan material penanganan setelah kondisi dinyatakan aman.

Tangani Longsor di Ruas Taman Tanda–Mengwitani Bali

Selain itu, Kementerian PU juga menangani longsor badan jalan pada ruas Br. Taman Tanda–Mengwitani KM 39+100 di Desa Pacung, Kecamatan Baturiti,Kabupaten Tabanan, Bali. Longsor terjadi pada Senin malam, 2 November 2026 yang dipicu oleh luapan air dari saluran eksisting yang tidak mampu menampung debit air. 

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan perubahan fungsi lahan di sekitar lokasi sehingga aliran air meluap ke jalan nasional dan menyebabkan lereng badan jalan jenuh air hingga mengalami longsor. Sebagai langkah darurat, BBPJN Jawa Timur–Bali telah memasang rambu peringatan, sandbag, dan terpal untuk mencegah meluasnya longsor.


Penanganan longsor. (Kementerian PU)

BBPJN Jawa Timur–Bali juga melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk membahas penambahan kapasitas saluran drainase agar mampu menampung debit air dan mencegah limpasan kembali ke badan jalan nasional. Selanjutnya, Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Bali akan melakukan survei sebagai dasar penyusunan desain penanganan permanen di lokasi tersebut.

Kementerian PU terus mendorong penanganan infrastruktur jalan yang terdampak bencana agar konektivitas wilayah dan mobilitas masyarakat tetap terjaga. Pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, terutama saat hujan, mengingat potensi longsoran susulan pada wilayah dengan kondisi medan dan cuaca yang rawan.

(Lukman Diah Sari)